Skip to main content

CARA KITA BERTUMBUH DIDALAM TUHAN.



Allah menciptakan manusia sebagai mahkluk yang selalu bertumbuh. Misalnya:

(a) Pertumbuhan fisik
Kita lahir sebagai bayi yang lemah, lalu bertumbuh menjadi kanak-kanak yang lucu sampai akhirya menjadi orang dewasa yang kuat. Semua itu adalah proses yang  normal yang harus dilalui oleh semua orang.

(b) Pertumbuhan spiritual
Ketika kita lahir baru, maka secara rohani kita masih bayi yang butuh banyak dukungan dan doa orang lain agar bertumbuh. Lalu kita bertumbuh menjadi orang kristen yang dewasa yang bisa membimbing orang lain kepada Kristus. Ini seharusnya menjadi proses yang dilalui setiap orang percaya dalam hidupnya.

Kali ini kita akan belajar bagaimana Tuhan menumbuhkan kita agar menjadi pribadi yang dewasa, yaitu pribadi yang serupa dengan Kristus.

BAGAIMANA CARA TUHAN MENUMBUHKAN KITA ?

1.Tuhan menumbuhkan kita lewat penderitaan (1 Pet.4:1)

Dalam perspektif (sudut pandang) Tuhan, setiap penderitaan yang dialami orang percaya selalu memiliki manfaat. Apa manfaatnya ?

(a) Penderitaan membuat kita mendekat pada Tuhan (Ams.34:18)
Penderitaan membuat kita sadar bahwa kita tidak mampu jalan sendiri tanpa Tuhan.
Karena ada penderitaan, kita menjadi tidak sombong rohani dan merasa kuat dengan kemampuan kita sendiri serta membuat kita lebih mendekat kepada Tuhan.
Coba perhatikan kapan anda berdoa paling sungguh-sungguh ? pasti saat anda tertekan oleh penderitaan.

(b) Penderitaan membentuk karakter kita
Salah satu ukuran kedewasaan rohani adalah adanya karakter yang kuat yang mencerminkan karakter Kristus. Contoh : Penderitaan Yusuf.
Yusuf dirumah bapaknya adalah Yusuf yang manja dan kekanak-kanakan, tapi Yusuf yang telah melalui berbagai penderitaan adalah Yusuf yang tegar dan tahan banting!

(c) Penderitaan memunculkan yang terbaik dalam diri kita
Penderitaan mengubah sebutir pasir menjadi mutiara. Pohon yang paling kuat di gunung adalah yang berada di tempat paling tinggi, sebab di tempat itu anginnya kencang. Jadi, Pohon itu terlatih menahan gempuran angin (penderitaan hidup).
Hasil riset menunjukkan bahwa 85% orang yang sukses luar biasa berasal dari keluarga yang kekurangan. Nah, karena kekurangan, ia terbiasa berjuang dari sejak kecil. Hasilnya : Mereka memiliki semangat pantang menyerah!

2.Tuhan menggunakan pencobaan untuk menumbuhkan kita

Tuhan mengijinkan berbagai pencobaan melanda hidup orang percaya untuk kebaikkan orang percaya itu sendiri.

(a) Pencobaan menumbuhkan ketaatan kita
Yusuf pernah dicobai oleh istri Potifar, tapi ia lolos dari pencobaan itu, karena ia lebih taat kepada Tuhan dan bukan takluk pada nafsu birahinya.
Yesus pernah dicobai iblis 3 kali di padang gurun, tapi Ia lebih taat kepada Allah dan menolak semua tawaran iblis!

(b) Pencobaan membuat kita berhati-hati akan jebakan dosa
Pencobaan itu sering menyelusup lewat panca indra kita (dimana ini merupakan alat masuk dari keinginan manusia).
(1) lewat mata – pornografi , pagar orang lain lebih hijau dari pagar di rumah sendiri.dsb.
(2) Lewat telinga – bujukan atau rayuan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik.
(3) Lewat lidah – ingin selalu merasakan yang enak-enak tak perduli bagaimana cara mendapatkannya.
(4) Lewat hidung – ingin mencium yang harum-harum dan merangsang penciuman walaupun berdosa (ada parfum yang diciptakan untuk menaikkan rangsangan seksual).
(5) Kulit – ingin meraba dan diraba sekalipun itu berdosa.

(c) Pencobaan membuat kita bersandar kepada Tuhan
Secara umum ada 3 cara yang dipakai manusia untuk menghadapi pencobaaan :

(1) Menyerah kepada pencobaan
Manusia yang begini prinsipnya adalah : “kalau enak dilakukan mengapa tidak ?”
Jadi ia menyerah pada dorongan hawa nafsunya. Manusia seperti ini menjadi seperti binatang yang hidup hanya karena dorongan intuisinya!

(2) Mengatasi pencobaan dengan kekuatan sendiri
Manusia yang begini sebenarnya sudah berusaha secara maksimal untuk tidak menyerah pada pencobaan.Namun sayang caranya salah : ia mengandalkan kekuatannya sendiri dan bukan mengharapkan anugerah Allah!
Hasilnya : ia gagal mengatasi pencobaan. Kenapa demikian ? sebab kekuatan manusia sangat terbatas!

(3) Mengatasi pencobaaan dengan bersandar kepada Tuhan
Ini adalah cara yang paling tepat. Dengan bersandar pada Tuhan, maka Tuhan akan memberi kita kekuatan ekstra untuk mengalahkan pencobaan hidup!

3.Tuhan menggunakan orang lain untuk menumbuhkan kita (Ams.27:17)

Untuk bertumbuh kita selalu membutuhkan bantuan orang lain. Ada 3 jenis manusia yang bisa membantu kita bertumbuh :

(a) Paulus
Untuk bertumbuh kita membutuhkan seorang metor atau teladan untuk ditiru. Orang ini kita sebut sebagai Paulus kita. Seorang Paulus adalah seorang yang memberi kita dorongan untuk maju dan bertumbuh serta mampu menolong kita ketika kita hampir berhenti!

(b) Barnabas (sahabat Paulus)
Barnabas adalah gambaran untuk sahabat dekat yang bisa saling berbagi dan saling menolong ketika kita sedang bertumbuh.
Kita butuh seorang Barnabas untuk menguatkan kita ketika kita lemah, untuk mendengarkan kita ketika kita butuh didengar.

(c) Timotius
Timotius adalah gambaran seorang murid atau pengikut.  Kita butuh seorang murid bagi diri kita sendiri agar hal itu memacu kita untuk terus bertumbuh.
Contoh : Guru sekolah minggu yang mengajar anak didiknya untuk rajin berdoa, akan malu kalau dia sendiri tidak pernah berdoa.

4.Tuhan memakai waktu untuk menumbuhkan kita

Tidak ada pertumbuhan yang instan, sebuah pertumbuhan memerlukan waktu, demikian juga pertumbuhan rohani. Ada perbedaan mendasarkan antara manusia dengan Allah. Manusia ingin serba cepat, sementara Tuhan sering agak lambat. Bagi Tuhan proses lebih enting daripada sekedar hasil. Orang kristen yang cepat melejit secara dikarbit dan tidak melewati proses yang bena akan cepat pula jatuh kebawah.

Inti dari pembahasan kita di atas adalah, bertumbuh adalah sesuatu yang dikehendaki Tuhan bagi setiap kita. Tuhan bisa memakai apa saja – termasuk penderitaan  untuk menumbuhkan kerohanian kita. Yang penting kita selalu peka akan rencana Tuhan dalam hidup kita!

Comments

Popular posts from this blog

HINENI

  HINENI (הנני): Ini Aku, Budak-Mu (Karena Cinta). "Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup." - Keluaran 21:5-6 Dalam 6 bulan terakhir ini ada segolongan orang dari kaum percaya Kristus mendengungkan sebuah slogan baru "HINENI", yang dalam bahasa Ibrani berarti "ini aku, budakmu" ( here i am, your slave - not servant ). Melihat artinya dapat kita simpulkan bahwa seorang beriman yang mencapai atau berusaha mencapai level HINENI adalah seseorang yang berbulat tekad, iman dan cintanya untuk mengabdi sepenuh hati kepada Tuannya apapun risiko yang akan dihadapinya. Mari kita berandai-andai sejenak. Seandainya ...

PELAJARAN PENTING DARI KEHIDUPAN DI ZAMAN NUH

Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh , demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia . Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum , kawin dan mengawinkan , sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu , sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37-39) . 3 hari Yesus turun ke dunia orang mati pada saat Ia mati adalah untuk memproklamirkan bahwa Ia adalah Mesias, sehingga pada tahta penghakiman nanti, tidak ada alasan untuk tidak pernah mendengar tentang Yesus; semua mahluk tahu bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus yang telah disalib, telah naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi yang percaya kepada-Nya. Sehingga kekristenan selalu berbicara mengenai kepastian bahwa sudah ada tempat di sorga bagi yang percaya kepada-Nya. Pada masa akhir zaman ini, Tuhan mengingatkan kembali bahwa anak Tuhan harus hidup s...

MENGENAL MUSUH TERBESAR ORANG PERCAYA

Musuh yang terbesar dalam kehidupan kita selain iblis adalah diri kita sendiri. Untuk mengalahkan ke AKU an kita bukanlah sesuatu yang sederhana dan mudah. Tetapi dibutuhkan   tekad yang kuat. Kalau kita perhatikan Lucifer, dia jatuh dalam dosa karena tidak sanggup menahan ke AKU annya; hal ini dapat kita temukan dalam Kitab Yesaya Yesaya 14:13-14, dimana Lucifer ingin menyamai Allah. Untuk itu hati-hati dengan ke AKU an kita atau keegoisan kita yang sanggup memisahkan kita dari hadirat Allah. Maka musuh yang harus kita perangi dari kata “AKU” adalah :   A = Asusila Tindakan asusila bisa terjadi dimana saja, dan tidak menutup kemungkinan dalam gerejapun bisa terjadi. Oleh karena itu kita harus menjaga kesucian, agar kita tidak jatuh dalam tindakan asusila yang menyimpang dari kehendak Tuhan.   K = Kuasa (Kekuasaan) Orang yang haus dan gila kekuasaan akan menghalalkan segala cara demi tercapainya kekuasaan yang mereka kehendaki. Bahkan banyak or...