"Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi." (Yesaya 54:2-3)
Dahulu orang-orang menyebut kamera konvensional dengan nama Kodak, namun Kodak itu sendiri adalah sebuah merk dari kamera dan bukan nama kamera. Pada tahun1975, kamera digital ditemukan oleh seorang ilmuan dari perusahaan Kodak sendiri, namun ditolak oleh jajaran petinggi perusahaan. Namun  sekarang kamera digital sudah berhasil mengalahkan kamera konvensional dan sukses tanpa perusahaan induknya. Banyak orang tertinggal untuk mengejar sebuah momen, dan ketika sudah terlewat maka tidak bisa kembali lagi.
"Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini," (Kisah Para Rasul 15:16-17).
Ada beberapa hal yang dimaksud dengan Patok dan harus kita kokohkan, yaitu:
1. Hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan.
Kerohanian kita dibangun oleh hubungan kita dengan Tuhan. Secara dunia kita mengenal sebuah istilah networking (membangun sebuah jaringan atau hubungan dengan orang lain), demikian pula dengan hubungan rohani kita dengan Tuhan, hubungan pribadi yang intim menjadi sangat penting.
"Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus," (Ibrani 10:19).
Hanya oleh Darah Yesus saja kita dapat dengan berani masuk dan menghadap Tuhan.
Hasil dari orang yang memiliki hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan adalah, "Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil." (Mazmur 1:3).
"Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah." (Ibrani 11:5).
Orang yang berjalan dengan Tuhan, tidak pernah ada matinya (tidak pernah ada gagalnya).
2. Iman.
"Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."" (Matius 9:27-29).
Saat Anda memiliki iman, maka kapasitas kehidupan Anda akan membesar. Banyak orang hanya mengetahui iman sampai batas pengetahuan; tahu apa itu iman, mengerti apa itu teori iman, namun belum sampai kepada esensi iman sesungguhnya. Esensi iman sesungguhnya adalah PERCAYA! Jadikan hidup kita tidak mendua hati, tidak bercabang dengan percaya kepada Tuhan namun percaya juga kepada sesuatu yang lain. Jadikan Tuhan yang utama untuk dipercayai.
3. Perkataan.
"Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar." (Yakobus 3:5).
"Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21).
Perkataan kita akan membawa kita kepada level yang lebih tinggi; karena itu perkatakanlah yang baik, kata-kata kehidupan, firman Tuhan, dan memberkati. Hidup kita akan menjadi seperti apa yang kita perkatakan. Perkatakan bahasa baru, yaitu:
* Berkat, bukan kutuk.
* Ucapan syukur, bukan sungut-sungut.
* Iya katakan iya, tidak katakan tidak; bisa dipercaya.
4. Roh Kudus.
""Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."" (Lukas 4:18-19).
Kita memerlukan Roh Kudus karena Roh Kudus memampukan kita memiliki kekuatan lebih diatas rata-rata kita; kebajikan, hikmat, kebijaksanaan, pengetahuan, karakter Kristus.
Kokohkan hubungan intim pribadi kita dengan Tuhan, iman yang sungguh-sungguh mau percaya kepada Tuhan Yesus, mulut yang selalu diisi perkataan yang memberkati, dan hidup yang selalu dipenuhi oleh Roh Kudus; karena itulah patok dalam kehidupan percaya kita yang terus membawa kita untuk menyongsong kedatangan Tuhan Yesus kembali.
"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Comments
Post a Comment