Sebagai anak-anak Bapa di surga, kita memiliki dua kewarga negaraan. Kewargaan (citizenship) dalam bahasa Yunani “politeuma” diterjemahkan sebagai warga negara. Selain sebagai warga negara Republik Indonesia (secara manusiawi dalam dunia ini), kita juga sebenarnya adalah warga Kerajaan Surga, dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Status inilah yang memberikan kepastian setelah kita meninggal nanti kita tahu kemana kita pergi, yaitu kembali ke Rumah Bapa di Surga.
Kita harus tahu keberadaan diri kita yang sebenarnya, bahwa kita ada di dunia karena ada MISI dari Bapa di Surga. Kita diselamatkan bukan hanya untuk masuk surga, melainkan menjalankan misi Bapa di dunia ini, sehingga melalui hidup kita banyak orang pun yang diselamatkan.
Dalam Matius 6 : 9 – 10 Tuhan Yesus mengajarkan “Doa Bapa kami” kepada kita, hal ini menjelaskan bahwa status kita “sama” dengan Tuhan Yesus, tetapi bedanya Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berkuasa, sedangkan kita ditebus dan diangkat menjadi anak-anak Bapa di surga oleh penebusan-Nya, sehingga di dalam nama-Nya kita juga menjadi ahli waris dan berhak atas segala sesuatu dalam kerajaan-Nya.
Status kita berbeda, kita warga kerajaan surga, anak Bapa di surga, Itu sebabnya jangan iri terhadap orang-orang dunia atas apa yang mereka miliki. Kita lebih dari mereka, karena kita mengenal Bapa dan mereka tidak mengenal Bapa.
Banyak orang beranggapan mengapa justru setelah mengikut Tuhan Yesus banyak kesulitan dan tantangan? Hal itu, kita alami karena kita masih di dunia ini, dan iblis berkuasa atas segala sesuatu di dunia ini, dan bagi iblis KITA ADALAH MUSUH, itu sebabnya dia selalu mengintai dan menyerang kehidupan kita di saat kita lemah, maka dari itu KITA HARUS SELALU WASPADA. Efesus 6 : 10 Jadilah kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
Sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa doa Tuhan Yesus; “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga”, memiliki pengertian bahwa kita punya misi dan tugas di dunia ini untuk berdoa dan bekerja supaya kerajaan Allah hadir di bumi, dan kehendak-Nya dinyatakan di bumi.
Ini bukanlah halyang sulit, justru kita harus berbahagia karena status kita di bumi ini adalah duta kerajaan Surga. Dan sebagai perwakilan Tuhan di bumi ini, kita bisa merasakan kehadiran-Nya (hadirat Tuhan) di dalam hidup kita, dan hal itu lebih dari istana dan keadaan apapun di bumi ini. Hadirat Tuhan lebih mulia dan diatas segalanya. Menghadirkan kerajaan Allah tidak sama dengan menghadirkan kerajaan dunia yang selalu menggunakan cara-cara politik. Kerajaan Allah berbeda! Tuhan Yesus berkata bahwa Dia bukan berasal dari dunia ini.
Roma 14 : 17 – 19 (baca) Kerajaan Allah adalah soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus. Itu sebabnya, setiap kali kita datang beribadah, hal itu bukan sekedar melakukan tanggung jawab seorang yang beragama, melainkan supaya kita menerima firman Tuhan, semakin bertumbuh, dan diubahkan. Damai sejahtera hanya dapat kita peroleh di dalam Tuhan Yesus Yohanes 14 : 27 dan damai sejahtera yang Tuhan berikan tidak sama dengan yang dunia berikan. Itu sebabnya damai sejahtera yang kita terima, tidak bisa dirampas oleh dunia. Sukacita oleh Roh Kudus adalah ciri khas kerajaan Allah, yang memampukan kita setiap saat.
Apapun keadaan kita saat ini, jika kita menghadirkan kerajaan Allah dan kuasa-Nya, maka semua gunung tinggi sekalipun akan diratakan sampai ke tanah. Hadirat Tuhan tidak dapat dibandingkan dengan apapun di dunia ini.
Roma 14 : 18 – 19 (baca) Ciri khas kerajkan Allah adalah saling membangunkan iman dan bukan saling melemahkan, saling mendorong untuk maju, bukan saling menjatuhkan. Demikianpun warga Kerajaan Surga adalah orang yang saling membangun iman. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengajarkan supaya kita mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya supaya yang lain akan ditambahkan kepada kita.
Hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus. Tersembunyi bersama dengan Kristus artinya kita berada bersama-sama dengan Dia di dalam kerajaan-Nya, itulah kerajaan Surga. Tuhan Yesus diberikan kuasa sebagai Raja untuk memerintah dalam kerajaan-Nya. MESKIPUN KITA ADA DI BUMI INI, TETAPI KITA SEBENARNYA JUGA BERADA DI DALAM KERAJAAN-NYA!
Kolose 3 : 1 – 4 Carilah perkara yang di atas! Jika hidup kita tersembunyi dengan Kristus maka mindset kita harus sesuai dengan Kristus. maka kita sudah dibangkitkan bersama Kristus, maka pikirkanlah perkara-perkara yang di atas. Artinya, carilah kerajaan Allah. Hidup kita tersembunyi dalam Kristus di dalam Allah.
Sikap dan cara kita dalam menggunakan waktu hidup kita dibumi, termasuk juga sikap dan cara kita dalam mengelola semua berkat yang Tuhan percayakan kepada kita (kesehatan, talenta, kepandaian, uang dan harta) sangat dipengaruhi mindset kita dalam penggunaannya. Jika mindset kita jelas adalah utusan Kristus, maka semuanya akan terarah supaya kerajaan-Nya hadir di bumi ini melalui kita.
Sebaliknya, jika mindset kita hanya untuk dunia dan segala keinginannya, maka akan berakhir dalam kesia-siaan. Semua yang kita miliki di bumi ini adalah milik Tuhan, kita hanya dipinjamkan oleh kasih karunia-Nya. Apapun yang kita buat untuk kerajaan surga, jerih payah kita tidak akan sia-sia.
Mindset kita mempengaruhi pandangan pemahaman kita mengenai nilai makna dan tujuan hidup kita, demikian juga dengan sikap dan cara kita berhubungan dengan sesama kita, baik dalam keluarga, masyarakat dan terutama sesama jemaat. Jika mindset kita untuk kerajaan Allah, maka kita akan saling membangunkan iman, dan mendorong untuk maju, bukan sebaliknya. Apa yang negatif dibuang, dan yang positif dikembangkan!
Jika mindset seseorang seperti orang duniawi, maka hidupnya akan selalu dilihat sebagai suatu perlombaan, dia akan berjuang supaya lebih dari orang lain, melihat orang lain sebagai saingan. Puji Tuhan jika Tuhan memberkati kita, sehingga bisa kita bisa pakai untuk pelayanan, kita diberkati untuk memberkati. Roma 13 : 13 – 14 Marilah kita hidup dengan sopan (beretika) seorang denga ynag lain! Jangan hidup dalam pesta pora, percabulan, hawa nafsu, perselisihan dan iri hati. Yakobus 4 : 46 (baca) jika kita tidak mempunyai dua kewarga negaraan maka hidup kita itu hanya sebentar saja, seperti uap.
Mazmur 39 : 5 – 7 hidup manusia hanya ditentukan beberapa telempap saja, hidup manusia tanpa Kristus hampa, memiliki segala sesuatu tetapi berakhir sia-sia dalam kebinasaan. Itu sebabnya apa yang kita miliki kita harus timbun dalam Kerajaan Surga, karena nilainya kekal.
Kolose 3 : 1 – 4 Cari dan pikirkanlah perkara di atas dimana Kristus ada, bukan perkara di bumi. Karena kita tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah, maka Kristus adalah hidup kita, itu sebabnya kita harus hidup hanya untuk Kristus! Jika kita hidup untuk Kritus, maka kita harus TEGUH jangan pernah goyah, sekali ikut Tuhan jangan teralihkan, tetap ikut Tuhan Yesus Yesaya 26 : 3 – 4.
Perjumpaan pribadi itu penting sekali, tidak ada orang yang dapat melayani dan dipakai Tuhan tanpa mengalami perjumpaan pribadi.
Carilah perkara-perkara di atas. Apa itu perkara di atas? itulah KEHENDAK BAPA:
Kehendak Bapa adalah tidak ada seorangpun yang binasa, tetapi semua orang harus diselamatkan.
1 Timotius 2 : 1 – 4 Kita harus berdoa, menginjil dan bersaksi supaya banyak orang diselamatkan, dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
Kehendak Bapa supaya kita semua mengalami kemenangan, kita lebih dari pemenang
Iblis dikalahkan melalui hidup kita.
Tuhan lebih berkuasa atas apapun. Perjamuan kudus adalah pernyataan bahwa iblis telah dikalahkan, dan kita lebih dari pemenang!
Efesus 2 : 6 Tuhan Yesus membangkitkan kita dan telah memberikan kita tempat bersama dengan-Dia di surga. Itu sebabnya posisi kita dari surga untuk melawan segala sesuatu di bumi ini, karena yang dari surga di atas semuanya. Kita lebih tinggi dari gunung-gunung (penghalang, masalah, kesulitan). Hari ini gunung harus diratakan! Kita jauh lebih tinggi dan berkuasa dari apapun! Karena hidup tersembunyi dalam Kristus di surga, maka semuanya kita peroleh di dengan iman, caranya berdoa dan deklarasi dengan iman sehingga apa yang kita ucapkan terjadi!
Kehendak Bapa supaya kita mengalahkan yang jahat
Matius 6 : 13 “Lepaskanlah kami dari yang jahat”. Kata “Jahat” dalam bahasa Yunani “poneros” dari kata ponos yang artinya; kesakitan, kutuk, kemiskinan. Hari ini TUHAN AKAN MELEPASKAN KITA SEMUANYA! Mengapa ada semua itu? karena kejatuhan mnusia. Di dalam Kristus kita telah dibangkitkan dan dipulihkan 1 Korintus 15 : 22. Jika Kita yang mati telah dibangkitkan bersama dengan Kristus, maka carilah perkara di atas. Oleh sebab itu kita butuh pengurapan. Pengurapan adalah hadiah, yang kita harus cari terlebih dahulu adalah Tuhan yang mengurapi kita. Tuhan adalah sumber segala sesuatu. Amin

Comments
Post a Comment