Skip to main content

MELAYANI KARENA KASIH



Kita hidup di dua dunia yaitu natural dan supernatural, sementara Tuhan hanya satu yaitu natural. Apa yang natural bagi Tuhan merupakan yang supernatural bagi kita. Merupakan hal yang natural bagi Tuhan menyediakan manna bagi enam juta umat Israel selama 40 tahun di padang gurun, memberi makan 15 ribu orang dewasa & anak dengan hanya lima roti dan dua ikan. Tetapi semua itu bagi kita adalah hal yang supernatural.

Mazmur 62:12-13 Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar : bahwa kuasa dari Allah asalnya, dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Satu kali Tuhan berfirman, dua hal yang aku dengar yaitu kasih dan kuasa Tuhan. Kasih tanpa kuasa itu bukan berasal dari Tuhan. Dan kasih yang berasal dari Tuhan selalu disertai dengan kuasa.

Apa itu kasih? Bagaimana kita membedakan kasih yang sejati yang berasal dari Tuhan? (1 Yohanes 4:16-21 baca)

Ayat 16-18, Segala sesuatu yang masih mengandung katakutan, kekhawatiran, perasaan tidak enak sama orang lain, semua itu bukan berasal dari Tuhan dan itu bukanlah kasih yang sebenarnya. Karena kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan.

Ayat 19, Jika kita sudah menerima kasih Allah, maka kita baru bisa mengasihi orang lain, artinya tidak ada seorang pun yang bisa mengasihi tanpa mempunyai hubungan dengan Tuhan, tanpa memiliki Yesus di dalam hidupnya, dan tanpa Bapa memberikan kasih-Nya dan sudah mengenal kasih Bapa. Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Ayat 20-21, Segala sesuatu yang bersyarat bukanlah kasih. Kasih yang sempurna hanya satu arah dari surga ke bumi dan dari bumi ke semua manusia lainnya.

“Satu kali Allah berfirman, dua hal yang kita dengar kasih dan kuasa” Kasih dan kuasa Roh Kudus yang berasal dari Tuhan harus selalu berjalan bersama-sama. Setiap kali Tuhan menyatakan kasih-Nya, Dia juga menyatakan kuasa-Nya.

Matius 24:12-13, Di akhir zaman ini, kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Tetapi Tuhan tetap akan menyatakan kasih-Nya (kasih agape) kepada semua orang.

“Tetapi orang yang bertahan” Arti dari bertahan adalah kasihnya tetap membara, kasihnya tetap mengalir. Orang yang bertahan di akhir zaman, mereka akan mengalami kasih dan kuasa Roh Kudus.

Apa yang supernatural bagi dunia akan menjadi natural bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus dan sudah mengalami kasih dan kuasa Roh Kudus. Oleh sebab itu akan menjadi hal yang natural bagi kita setiap kali kita menumpangkan tangan kepada orang lain maka mujizat terjadi, terobosan terjadi.

Tuhan ingin kita mengalami natural seperti yang Tuhan alami. Bagi Tuhan kasih dan kuasa selalu bersama-sama. Tuhan Yesus adalah wujud pernyataan kasih Allah. Setiap kali kasih Tuhan dinyatakan, maka kuasa-Nya juga berkerja.

Lukas 17:11-19, Menjelaskan bahwa Tuhan Yesus dalam perjalanan menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea. Jadi saat itu Tuhan Yesus tidak sedang mengadakan ibadah. Tetapi yang luar biasa adalah Tuhan Yesus menyatakan mujizat-Nya bagi orang yang sakit kusta. Penyakit kusta pada waktu itu bagi orang Yahudi bukan sekedar penyakit tetapi itu suatu tanda bahwa orang itu berdosa, dia orang yang najis, dan dia orang harusnya dikutuk. Orang yang menderita penyakit kusta adalah orang paling rendah/ kotor/ najis. Ada sepuluh orang yang menderita sakit kusta meminta belas kasihan kepada Tuhan Yesus untuk kesembuhan. Ketika Tuhan Yesus meminta kepada sepuluh orang yang menderita sakit kusta untuk pergi menemui imam-imam, Tuhan Yesus mentahirkan sakit mereka pada waktu mereka masih dalam perjalanan menuju ke tempat imam-imam.

    Kasih Bapa melampui segala sesuatu, segala keterbatasan, budaya, bahkan kutuk pun diubah menjadi berkat.

Allah mengubah kutuk menjadi berkat. Ketika Bileam mengutuk bangsa Israel maka Tuhan mengubah kutuk itu menjadi berkat (Nehemia 13:2).

Setinggi apapun musuh menyerang kita, kasih Bapa jauh lebih tinggi daripada musuh kita. Kasih Bapa melampui segala keadaan, melampaui jarak dan waktu.

Setiap kali kita mengucap syukur kepada Tuhan maka kasih dan kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita saat itu juga. Jika kita menerima sebuah nubuatan/ pesan Tuhan, maka kita harus yakin bahwa nubuatan/ pesan Tuhan tersebut tidak akan berubah. Kita harus yakin bahwa kita pasti akan menerima/ mengalami penggenapannya dalam hidup kita seiring waktu yang berjalan.

Markus 1:40 “….Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Jika Tuhan bertindak maka Tuhan akan menyembuhkan kita, Tuhan akan melakukan terobosan dalam keluarga kita, dalam bisnis kita, Tuhan akan mengubahkan orang tua kita, anak-anak kita. Jika Tuhan mau maka Dia dapat mengubahkan segala sesuatunya.

Markus 1:41 “Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan….” Tuhan Yesus tidak tergerak oleh kebutuhan kita, tetapi Dia tergerak oleh belas kasihan. Dia tergerak karena kasih Bapa mengalir dalam hidup-Nya dan mengalir untuk orang banyak. Pada waktu kasih-Nya mengalir, maka kuasa-Nya juga mengalir.

“Tangan-Nya terulur dan menjamah”. Tuhan tidak memakai sarung tangan. Ada yang lebih kuat dari penyakit (kusta, malaria, dll) yaitu kasih Tuhan. Ada yang lebih kuat dari masalah kita yaitu kasih Tuhan. Pada waktu tangan Tuhan terulur kepada kita, maka kasih-Nya dinyatakan dan kuasa-Nya pun bekerja di dalam kita.

2. Kasih Bapa tidak bersyarat

Tuhan Yesus menyatakan kasih-Nya ketika kita sedang sendiri di rumah, di kantor, bahkan di manapaun kita berada. Tuhan Yesus juga menyatakan kasih-Nya pada saat kita sedang bersama-sama dengan orang lain. Kasih Tuhan tetap sama dan tidak bersyarat.

Kita bisa mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Sebelum kita menjadi orang percaya, Tuhan sudah menebus hidup kita. Sebelum kita dilahirkan, Tuhan sudah menebus kita dan membayar dengan darah-Nya sendiri dan harganya lunas dibayar.

3. Untuk menerima kasih dan kuasa Tuhan, maka kita harus merespon dengan iman, melangkah dan terima.

Sepuluh orang kusta merespon kehadiran Tuhan Yesus, mereka percaya Tuhan akan menyembuhkan dan pada akhirnya penyakit mereka pun menjadi tahir.

Seringkali Tuhan mengijinkan segala sesuatu terjadi pada waktu kita masih memiliki banyak pilihan. Tetapi ketika hanya ada satu-satunya pilihan maka kita pasti akan meresponnya. Kita harus merespon apa yang Tuhan katakan dan kita harus melakukannya agar kita mengalami kasih Tuhan dan kuasa Tuhan pun bekerja dalam hidup kita.

Lukas 17:14 (baca), Orang yang menunjukan diri kepada imam-imam adalah orang yang merasa sudah sembuh/ mengalami kesembuhan dalam tubuhnya. Jika mereka tidak bergerak maka tidak terjadi apa-apa (kesembuhan). Demikianpun dengan kita, jika kita tidak bergerak seperti yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan, maka tidak akan terjadi kesembuhan, terobosan dalam hidup kita.

Kasih Tuhan tidak bersyarat, kuasa-Nya mampu dan lebih dari segala sesuatu yang dibutuhkan oleh hidup kita. Jika kita ingin melihat mujizat Tuhan, maka kita harus bergerak. Kasih Tuhan selalu mengalir setiap hari dalam hidup kita, yang perlu kita lakukan adalah bergerak. Jika seluruh jemaat Tuhan bergerak, maka akan ada begitu banyak orang yang mengalami kasih dan kuasa Tuhan melalui pelayanan kita Dimana saja. Amin

Comments

Popular posts from this blog

HINENI

  HINENI (הנני): Ini Aku, Budak-Mu (Karena Cinta). "Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup." - Keluaran 21:5-6 Dalam 6 bulan terakhir ini ada segolongan orang dari kaum percaya Kristus mendengungkan sebuah slogan baru "HINENI", yang dalam bahasa Ibrani berarti "ini aku, budakmu" ( here i am, your slave - not servant ). Melihat artinya dapat kita simpulkan bahwa seorang beriman yang mencapai atau berusaha mencapai level HINENI adalah seseorang yang berbulat tekad, iman dan cintanya untuk mengabdi sepenuh hati kepada Tuannya apapun risiko yang akan dihadapinya. Mari kita berandai-andai sejenak. Seandainya ...

PELAJARAN PENTING DARI KEHIDUPAN DI ZAMAN NUH

Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh , demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia . Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum , kawin dan mengawinkan , sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu , sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37-39) . 3 hari Yesus turun ke dunia orang mati pada saat Ia mati adalah untuk memproklamirkan bahwa Ia adalah Mesias, sehingga pada tahta penghakiman nanti, tidak ada alasan untuk tidak pernah mendengar tentang Yesus; semua mahluk tahu bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus yang telah disalib, telah naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi yang percaya kepada-Nya. Sehingga kekristenan selalu berbicara mengenai kepastian bahwa sudah ada tempat di sorga bagi yang percaya kepada-Nya. Pada masa akhir zaman ini, Tuhan mengingatkan kembali bahwa anak Tuhan harus hidup s...

MENGENAL MUSUH TERBESAR ORANG PERCAYA

Musuh yang terbesar dalam kehidupan kita selain iblis adalah diri kita sendiri. Untuk mengalahkan ke AKU an kita bukanlah sesuatu yang sederhana dan mudah. Tetapi dibutuhkan   tekad yang kuat. Kalau kita perhatikan Lucifer, dia jatuh dalam dosa karena tidak sanggup menahan ke AKU annya; hal ini dapat kita temukan dalam Kitab Yesaya Yesaya 14:13-14, dimana Lucifer ingin menyamai Allah. Untuk itu hati-hati dengan ke AKU an kita atau keegoisan kita yang sanggup memisahkan kita dari hadirat Allah. Maka musuh yang harus kita perangi dari kata “AKU” adalah :   A = Asusila Tindakan asusila bisa terjadi dimana saja, dan tidak menutup kemungkinan dalam gerejapun bisa terjadi. Oleh karena itu kita harus menjaga kesucian, agar kita tidak jatuh dalam tindakan asusila yang menyimpang dari kehendak Tuhan.   K = Kuasa (Kekuasaan) Orang yang haus dan gila kekuasaan akan menghalalkan segala cara demi tercapainya kekuasaan yang mereka kehendaki. Bahkan banyak or...