Skip to main content

KERINDUAN TUHAN ADALAH BERSEKUTU DENGAN ANDA.




Kita adalah bait Allah, artinya diri kita adalah rumah dimana Roh Kudus diam dan bekerja.
Keluaran 25 : 8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Setelah Tuhan memanggil bangsa Israel keluar dari tanah Mesir untuk pergi menuju tanah perjanjian, dalam perjalanan mereka di padang gurun, Tuhan menunjukkan keinginan-Nya/ kehendak-Nya kepada Musa untuk membuat tempat kudus bagi Tuhan, supaya Tuhan bisa tinggal di tengah-tengah umat-Nya.

Ayat ini sebenarnya gambaran dari hidup kita juga, Jika kita sudah dibawa Tuhan keluar dari kegelapan, mengalami kelepasan dan dimerdekakan dari ikatan yang lama, tujuannya supaya Tuhan tinggal dan bekerja di dalam hidup kita. Setiap orang percaya yang telah dipanggil keluar dari kehidupan yang lama, harus membangun tempat kudus bagi Tuhan, karena Tuhan mau diam dan tinggal di dalam dirinya.

Yohanes 1 : 14 Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Ny, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Kerinduan Tuhan adalah agar kita menjadi tempat kemuliaan Tuhan dinyatakan. Keluaran 28 : 8 Bangsa Israel harus membangun tempat kudus, Supaya Tuhan tinggal di tengah-tengah mereka. Tuhan tidak hanya ingin berkunjung di waktu-waktu tertentu dalam hidup kita, pada waktu lawatan Tuhan terjadi di Ibadah Minggu, komsel, pertemuan doa, tetapi TUHAN INGIN TINGGAL. Artinya jika Tuhan tinggal di dalam kita, maka apa yang supranatural menurut kita, akan menjadi natural di dalam diri kita, karena Sumber itu tinggal di dalam kita. Tuhan sendiri tinggal di dalam kita, namun syaratnya kita harus membuat dan menyediakan tempat kudus bagi-Nya!

Kita akan belajar dari kisah Zakheus, tentang bagaimana Tuhan tinggal dalam hidupnya, sehingga hidupnya diubahkan Lukas 19 : 1 – 10 (baca)

Ayat 1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
Setiap kali kita berjalan dengan Tuhan, kegerakan-Nya tidak pernah berhenti. Jika Tuhan melawat kita di satu tempat (area) dalam hidup kita, maka Dia akan terus-menerus bergerak melawat kita di setiap area dalam hidup kita. Namun jika kita hanya tinggal di level hidup yang sama, hal itu berarti kita tidak bergerak bersama Tuhan Yesus, karena Tuhan terus bergerak. SEMUA ORANG PERCAYA HARUS IKUT BERGERAK BERSAMA DALAM KEGERAKAN TUHAN ! Untuk apa Tuhan Yesus mati di kayu salib dan bangkit, kalau hanya supaya kita menjadi seorang Kristen, Tuhan Yesus justru menghendaki agarmelalui kuasa kebangkitan-Nya kita bergerak untuk melayani-Nya dalam kasih dan kuasa yang besar!

Yohanes 6 : 66 Kedua belas murid yang bersama-sama dengan Tuhan Yesus tidak mengundurkan diri, ketika sebagian besar murid-murid yang lain undur dari hadapan Tuhan Yesus. Hal itu terjadi karena mereka sudah mengalami kasih yang besar, melihat kehidupan dan menyaksikan kuasa-Nya dinyatakan.

Ayat 3 ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Tuhan tidak melihat kita dari ukuran fisik kita, atau menurut penilaian manusia, karena Tuhan melihat hati dan kerinduan kita. Tuhan Yesus melihat ke atas, Dia melihat Zakheus (Tuhan Yesus melihat siapa saja yang rindu dan membuka hatinya kepada Tuhan)

1. Tuhan ingin tinggal/ Tuhan rindu untuk tinggal dalam hati kita.

Ayat 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu. Kata “menumpang” dalam terjemahan bahasa inggris dipakai kata “ STAY” artinya TINGGAL. Dengan kata lain, Tuhan Yesus ingin tinggal di rumah Zakheus, supaya di rumahnya Tuhan Yesus dapat berkhotbah, mengadakan mujizat-mujizat, dan memberkati kotanya.

TUHAN INGIN TINGGAL DALAM HIDUP KITA, dan hal itu konsisten sejak PL hingga PB. Tuhan tidak ingin kita hanya mengalami hadirat-Nya pada hari Minggu, komsel, dsb. Tetapi Dia ingin kita mengalami-Nya di rumah kita, dalam perjalanan kita, dan dimana saja kita berada. Mengapa demikian? Karena Tuhan bukan lagi ada di luar (atmosfir), tetapi Dia tinggal di dalam kita.

Tuhan Yesuslah yang sangat bersemangat ingin tinggal di rumah Zakheus.

Sama halnya Musa dan segenap bangsa Israel tidak pernah ingin membangun tempat bagi Tuhan, selain Tuhan sendiri yang memerintahkan mereka untuk membuat tempat kudus, dimana Tuhan akan tinggal di antara mereka.

Roma 3 : 10 – 11 (baca) Pada dasarnya TIDAK ADA SEORANGPUN yang benar, berakal budi, dan yang mencari Allah! Itulah sebabnya Kekristenan adalah BAPA di surga mencari anak-anak-Nya! Hati Tuhan lebih rindu dan menggebu-gebu untuk tinggal di dalam diri kita, lebih dari hati kita.

Tuhan Yesus melihat ke atas pohon ara, Dia melihat Zakheus. Tuhan Yesus melihat siapa saja yang rindu dan membuka hatinya kepada Tuhan, dan Dia akan datang dan tinggal di dalam diri orang itu.
Tuhan tidak tinggal dalam buatan tangan manusia, tetapi Dia tinggal di dalam karya buatan tangan-Nya sendiri, yaitu di dalam hati dan diri kita sebagai manusia ciptaan-Nya Mazmur 139 : 14 – 16.

Setiap kali kita memiliki kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan, sebenanya kita sedang merasakan kerinduan hati Tuhan yang begitu kuat sampai kita bisa meraskan luapan kasih dan hati-Nya, karena Tuhan Yesus adalah LUAPAN KERINDUAN dan UNGKAPAN KASIH BAPA kepada kita, bahwa Dia ingin tinggal di dalam kita, karena kita adalah anak-anak Bapa di surga.

2. Harus ada respon dan tanggung jawab sebagai bagian kita untuk menerima Tuhan Yesus.

Bagaimana kita merespon kerinduan hati Tuhan?

Ayat 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
Respon kita untuk panggilan Tuhan dan mengalami Tuhan dalam hidup kita sehingga mujizat, terobosan, dan hal-hal besar terjadi dalam hidup kita adalah SEGERA MENERIMA! Mengapa kita harus bersegera? Karena tidak ada waktu lagi, kesempatan mungkin akan hilang, jika kita tidak segera meresponi dengan cepat, jangan menunda-nudnda!

Pada waktu Tuhan memanggil kita, kita harus segera menerima-Nya dengan sukacita. Kita harus menerima Tuhan dengan hati yang terbuka dan sukacita, jangan dengan bersungut-sungut.

3. Diberkati untuk memberkati, sebagai respon bahwa kita telah diubahkan Tuhan.

Lukas 19 : 8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. “

Zakheus sadar bahwa dia telah diberkati untuk memberkati, dan mendukung pekerjaan Tuhan. Respon kita akan ditunjukan dengan perubahan hati kita. Sekalipun orang banyak hadir dan berbicara hal-hal yang negative terhadap Zakheus, tetapi dia tidak memberikan perhatian sedikitpun kepada orang banyak itu, Zakheus hanya fokus dan memberi perhatian kepada Tuhan Yesus, untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan sebagai bukti bahwa dia telah diubahkan.

Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang kaya, dan dia berikan setengah dari miliknya bahkan empat kali lipat jika ada yang diperasnya. Kita harus berlaku jujur dengan berkat yang kita terima maupun yang kita berikan kepada Tuhan. Jangan berlaku curang, berilah dengan benar dan tepat apa yang menjadi haknya Tuhan, jangan seperti Ananias dan Safira yang mati karena mendustai Tuhan. Pemberian kita menunjukkan ekspresi hati kita yang sesungguhnya.

Orang bisa memberi tanpa mengasihi, tetapi orang yang mengasihi pasti selalu memberi. Semua berkat, kesaskian, pengurapan, impartasi yang saya miliki untuk memberkati orang lain. Tuhan Yesus sudah memberikan segala sesuatu untuk kita, itu sebabnya kita juga harus tahu memberi yang terbaik apa yang menjadi hak Tuhan, mendukung pekerjaan Tuhan, dan memberkati orang lain, Amin!

Comments

Popular posts from this blog

HEAVEN IS SO REAL

"Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang. Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup. Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita. Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, sebab hidup kami ini adalah hidup karen...

6 Panggilan PEKERJA

  PEKERJA / PENUAI "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf , sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya ; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." - Kejadian 39:2 "Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf , dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri . Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya." -  Kejadian 39:6 "Usah akan lah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberit akan perkataan kebenaran itu." - 2 Timotius 2:15 Introduksi Keenam jenis panggilan yang alkitabiah adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan, biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun k...

WASPADA PENGARUH BURUK DISEKELILINGMU.

2 Tawarikh 12:12-14 (TB)  Oleh sebab raja merendahkan diri, surutlah murka TUHAN dari padanya, sehingga ia tidak dimusnahkan-Nya sama sekali. Lagipula masih terdapat hal-hal yang baik di Yehuda. Raja Rehabeam menunjukkan dirinya kuat dalam pemerintahannya di Yerusalem. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon. Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN. Ketika Rehabeam meninggalkan Tuhan ia mengalami banyak permasalahan di dalam kehidupannya. Tuhan mendisiplin Rehabeam dengan cara menggerakkan raja Sisak dari Mesir untuk mengalahkan kerajaannya. Hanya beberapa tahun sepeninggal Salomo kerajaan Israel mengalami kemerosotan yang sangat luar biasa dari masa kejayaan, kerajaan paling kuat menjadi sebuah kerajaan yang lemah di bawah kekuas...