Dalam hidup ini hanya ada dua pilihan, hidup atau mati? Jika kita hidup, maka hanya satu kesempatan yaitu hidup bagi Kristus, karena di luar Kristus hanya ada kematian. Kitab Ulangan 30 : 16 berkata bahwa pilihlah kehidupan supaya kita hidup.
Daniel 1 : 5 – 16 (baca) Daniel adalah seorang nabi yang dipakai Tuhan masuk ke dalam percaturan politik dalam pemerintahan Babilonia pada waktu itu. Daniel Hanaya, Misael, dan Azarya sebenarnya adalah tawanan, namun mereka dipilih dari antara orang Yehuda, karena masih muda, berperawakan baik, memiliki pengertian dan pengetahuan untuk dididik dan diajarkan supaya mereka dapat bekerja dalam istana raja. Itu sebabnya, Daniel menjadi orang yang sangat berpengaruh, menjadi orang nomor tiga dalam pememerintahan, dia juga berkuasa dalam berbagai situasi politik, dan terlibat juga dalam empat pemerintahan yang berbeda. Artinya siapapun raja yang berganti, Daniel tetapi dipakai Tuhan.
Latar belakang. Setelah kota Yerusalem ditaklukan oleh Nebudkadnezar, semua orang Israel dibawa ke tanah Sinear menjadi tawanan, itu sebabnya Daniel, Hanaya, Misael, dan Azarya hidup bukan di tempat yang nyaman dan aman, tetapi sebagai tawanan dalam masa pembuangan di Babel. Selama di Babel, pilihan hidup Daniel Hanaya Misael dan Azarya hanyalah hidup atau mati?
Babel/ Babilonia adalah peradaban manusia tertua yang pernah ditemukan di dunia, terletak di Mesopotamia (saat ini Irak & Iran), sebelum peradaban Babilonia, wilayah ini disebut sebagai Sumeria kuno, yang kemudian dikenal sebagai Babel. Tetapi sesungguhnya Babel/ Babilonia tidak berubah, karena salah satu peninggalan yang pernah ditemukan dan ditulis di Alkitab adalah MENARA BABEL Kejadian 11 : 8 – 9.
Siapa yang mendirikan Babel/ Babilonia? Kejadian 10 : 8 – 10 (baca) Pendiri kota Babel adalah Nimrod, dialah orang yang mula-mula berkuasa di bumi. Kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear. Nama “Babel” dalam bahasa Ibrani adalah artinya kekacauan, kebingungan, atau kontradiski. Akar kata kekacauan di hasilkan dari kata mencampur adukan.
Raja babel adalah penguasa dari dunia, baik pada waktu itu, dunia saat ini, dan dunia yang akan datang. Wahyu 18 : 2 – 3 menjelaskan bahwa Babel adalah tempat kediaman roh-roh jahat, tempat bersembunyi semua kenajisan dan yang dibenci, penuh dengan anggur hawa nafsu, percabulan dan kaya oleh kelimpahan hawa nafsu yang menguasai bangsa-bangsa, dan raja-raja di bumi.
Nama Babel sudah tidak ada, tetapi rohnya masih bekerja di dunia ini sampai saat ini, dan tidak pernah berhenti, bahkan sampai akhir di kitab Wahyu, roh ini ditulis mengacaukan semua bangsa di muka bumi.
Jadi sebenarnya, Daniel hidup di dalam bangsa yang penuh dengan roh-roh jahat, kuasa kegelapan, dan penuh kenajisan. Daniel tinggal di istana dan dididik untuk hidup secara duniawi di Babel, menurut cara yang diatur oleh Raja Babel.
Kita akan belajar bagaimana Daniel tetap hidup di Babel, dan tidak mati. Karena hanya dalam hidup ini kita hanya diperhadapkan dengan dua pilihan: Hidup karena Kristus, atau mati karena dunia? Tetapi Jika kita ingin hidup, maka kita harus:
1. Perhatikan apa yang kita MAKAN setiap hari
Daniel 1: 5, 8 (baca) Dan raja menetapkan bagi mereka pelaburan setiap hari dari santapan raja,. Dengan kata lain ayat ini menjelaskan bahwa; setiap hari Roh najis menetapkan supaya mereka makan dari kenajisannya.
Apa yang kita makan setiap hari ? Raja dunia ini (roh-roh jahat, pengusa kerajaan kegelapan) dari sejak semula sampai akhir tetap sama, dia menetapkan bagi setiap orang harus makan dari makanannya setiap hari. Itu sebabnya pertanyaannya adalah; Apa makanan bagi roh, jiwa, dan tubuh kita setiap hari?
Sekalipun disediakan pelaburan dari santapan raja setiap hari, tetapi Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan dan anggur raja.
Bagi Daniel, Hanaya, Misael, dan Azarya makanan menentukan postur tubuh mereka, Daniel 1 : 15. Mereka membuktikan setelah sepuluh hari, perawakan mereka lebih baik dan gemuk, setelah makan makanan yang di kuduskan/ dikhususkan, dari pada semua orang muda yang makan dari santapan raja. Hal ini juga yang terjadi dalam hidup kita, apa yang kita makan, akan menentukan postur tubuh (baik rohani maupun jasmani) kita.
Mengapa kita bergumul dengan penyakit sama padahal kita sudah disembuhkan, jatuh ke dalam dosa yang sama padahal sudah mengalami kemenangan, mundur secara rohani, padahal pernah mengalami terobosan, sudah dilepaskan, tetapi masih bergumul dengan keterikatakan? Sadar atau tidak, semua itu karena KITA MASIH MAKAN DARI SANTAPAN RAJA.
Cukup sepuluh hari kita mencari Tuhan dan makan makanan yang dikuduskan itulah FIRMAN TUHAN maka akan terlihat perbedaannya, kita akan mengalami kemenangan, iman semakin besar, dan membuat terobosan-terobosan yang baru. Makanan juga menentukan prestasi, Daniel 1 : 19 – 20 (baca) setelah raja bercakap-cakap dengan mereka didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu, ahli jampi diseluruh kerajaan, dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksaan dan pengertian.
Takut akan Tuhan adalah permulaan dari pengetahuan, mengenal yang maha tinggi adalah pengertian Amsal 9 : 10. Itu sebabanya, Daniel dan teman-temannya menerima kecerdasan dan pengertian sebagai upah, karena mereka tidak makan santapan raja, tetapi makan makanan yang dikhususkan bagi mereka.
FIRMAN YANG KELUAR DARI MULUT TUHAN ADALAH MAKANAN BAGI ROH DAN JIWA KITA Ayub 23 : 12 Yohanes 6 : 51 Tuhan Yesus adalah roti hidup; Yohanes 10 : 9 Tuhan Yesus adalah pintu untuk menuju kepada makanan dan kelimpahan. Oleh sebab itu, perhatikan apa yang kita makan, jangan makan dari santapan raja, segala sesuatu yang ditawarkan dunia pada akhirnya menuju kebinasaan. Tetapi jika kita ingin hidup, maka kita harus makan roti yang turun dari surga, itulah firman Tuhan setiap hari! Hal inipun berlaku bagi tubuh jasmani kita, jika kita memperhatikan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, maka tubuh kita akan sehat dan bugar.
2. Perhatikan apa yang kita MINUM setiap hari.
Daniel 1 : 5 Jika kita ingin hidup maka hal kedua yang penting adalah perhatikan apa yang kita minum setiap hari? artinya hal apa yang MEMUASKAN/ MEMABUKAN kita setiap hari?
Ayat 8 “…dengan anggur yang diminum raja (nor with the wine which he drank – nkjv)” Dalam bahasa Ibrani, hal ini berbicara tentang raja selalu mengadakan pesta dan minum anggur sampai mabuk.
Apa yang memuskan kita setiap hari? Apakah hobi? Makanan? Keinginan daging? Gaya hidup hedonisme? Media & hiburan? Apakah keinginan dunia ini, telah memuaskan kita, dan membuat kita kaluar dari panggilan Tuhan? Minuman raja akan membuat kita mabuk dan kita akan puas dan pada akhirnya kita akan binasa.
Yohanes 7 : 37 – 39 (baca) Tuhan Yesus berseru barangsiapa yang haus, baiklah ia datang dan minum. Jika kita minum dari Tuhan Yesus, itulah Roh Kudus yang kita terima, maka dari hati kita akan mengalir aliran-aliran air hidup. Minuman raja dunia ini akan membuat kita mati, tetapi minuman Raja di atas segala raja akan membuat kita hidup.
Efesus 5 : 18 Hanya ada dua kemungkinan, kita mabuk oleh anggur, atau kita penuh dengan Roh Kudus. Anggur dunia ini akan menimbulkan hawa nafsu, itu sebabnya kita harus dipenuhi dengan Roh Kudus supaya kita HIDUP DAN BERKEMENANGAN. Jika seseorang masih masih bergumul karena keterikatan padahal sudah dilepaskan, maka yang harus diubahkan adalah makan dan minumannya.
Yohanes 7 : 37 “….Barangsiapa haus…” Kenyataatnya, banyak orang tidak haus kepada Tuhan dan hal-hal yang rohani, karena mereka sudah dipuaskan oleh anggur dunia ini. Kita tidak mengalami apa-apa, di saat semua orang sedang dilawat oleh Tuhan, karena ada hal yang lain memuaskan kita, dan membuat kita tidak haus kepada Tuhan.
Sama seperi Daniel dan Ayub, kita harus menghargai firman Tuhan lebih dari semua makanan yang kita butuhkan, dan dipenuhi oleh Roh Kudus lebih dari semua kepuasan dunia ini. Mazmur 103 : 5 Tuhan akan memuaskan hasrat kita dengan kebaikan (firman dan Roh Kudus), sehingga kita mengalami kekuatan yang baru. Lapar dan haus adalah hal yang normal yang Tuhan ciptakan dalam diri seseorang yang hanya dapat dipuaskan dengan firman Tuhan dan Roh Kudus Matius 5 : 7.
3. Menetapkan dan membulatkan hati.
Daniel 1 : 8 Daniel berketetapan hati! Ketetapan, menetapkan, atau membulatkan hati adalah PILIHAN. Artinya pilihan yang harus kita pilih setiap hari, dan bukan PERASAAN. Pilihan adalah keputusan, keinginan, dan kerinduan dari hati kita. Kita tidak bisa menyalahkan orang lain atau keadaan, karena semua hal itu bergantung dengan pilihan kita.
Daniel tidak menyalahkan keadaan dan tawaran raja, tetapi dia sendiri berketetapan hati untuk tidak menajiskan dirinya. Selama sepuluh hari Daniel berketetapan untuk mencari Tuhan, dia makan firman Tuhan dan berdoa dalam Roh Kudus, sehingga perawakan dan prestasi Daniel berbeda dari yang lain. KITA HARUS PILIH SETIAP HARI
Ayat 16 Setiap hari santapan dan anggur raja ditawarkan namun Daniel memilih untuk tidak menajiskan dirinya. Supaya kita menang atas tawaran dunia, dosa, dan kelemahan, maka kita harus putuskan hari ini, sekarang juga bulatkan dan tetapkan hati kita. Mazmur 86 : 11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.
Mazmur 22 : 37; 34 : 1; 42 : 1 Kita harus memuji Tuhan dan menyembah Tuhan di segala waktu, kita harus haus kepada Tuhan karena itu adalah bagian dan pilihan hidup kita, harus dilakukan dengan segenap hati kita, segenap hati artinya menetapkan hati dan bulat hati dalam setiap keadaan 1 Tawarikh 12 : 33 Orang Zebulon memberi bantuan kepada Daud dengan TIDAK BERCABANG HATI, artinya komitmen dan bulat hati
Kejadian 15 : 1 (baca) Allah memberi upah kepada orang yang bersungguh-sungguh mencari dia. Abraham mendapat Tuhan sebagai upahya dalam ketaatan. Tuhan adalah upah kita, lebih dari semua yang bisa kita dapatkan, Tuhanlah yang menjadi bagian kita Bilangan 18 : 20, Prioritas kita menunjukan hati kita! Amin.

Comments
Post a Comment