Skip to main content

HIDUP DALAM ROH



Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. (Matius 26:41)

Perkataan ini diucapkan oleh Tuhan Yesus pada saat Yesus ada di taman Getsemani. Taman Getsemani adalah tempat ujian, tempat dimana Tuhan Yesus bergumul, tempat dimana Ia diproses. Ada dua kata penting di dalam ayat yang disampaikan Tuhan Yesus, Berjaga-jaga dan berdoa. Dunia kelihatan bukan semakin baik tetapi semakin jahat. Dua kata ini sangat penting bagi kita agar kita berjaga-jaga dan berdoa. Berjaga-jaga itu adalah tindakan doa itu dan setelah berdoa harus ditidaklanjutin dengan berjaga-jaga untuk apa supaya kita tidak jatuh dalam pencobaan. Ternyata waktu kita berjaga-jaga dan berdoa kita dilingkupi oleh kuasa Tuhan. Tuhan Yesus tidak pernah dicobai tetapi manusia dicobai oleh keinginannya sendiri. Orang yang jatuh dalam pencobaan pasti hidupnya kedagingan. Kehendak daging itu seringkali menjatuhkan kita. Tuhan Yesus sekalipun hidup dalam pendenderitaan-Nya tetap dalam hidup kemenangan. Bagaimana agar kita hidup dalam Roh:

    sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kis. 2:47)

Orang yang tinggal di dalam Roh pasti disukai banyak orang, ini merupakan ciri-ciri orang yang hidup dalam Roh. Sekalipun ada satu dan dua orang yang tidak menyukai kita hal itu karena mereka biasanya tertegur lewat kehidupan kita dan kehidupan mereka pasti berlawanan dengan kehidupan dengan orang yang hidupnya dalm Roh. Orang yang hidup dalam Roh pasti hidupnya punya tanda dan salahsatu yang lain menjadi tandanya adalah kita disukai oleh Tuhan.

    Dan tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kis. 2:47b)

Orang yang hidup dalam Roh mempunyai tanda dalam hidupnya yaitu :

    * Hidup dalam Firman

        Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.(Kis. 2:41)

    Orang yang tinggal di dalam Roh tidak hidup maunya sendiri tetapi ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, dia berani percaya kepada Tuhan, sekalipun bertentangan secara phisik, tetapi ia tetap percaya.

    * Hidup dalam Ketekunan

        Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (Kis. 2:42)

    Tanda orang yang hidup dalam Roh pasti ada ketekunan dalam hidupnya. Sekalipun dalam tantangan orang yang hidup dalam Roh tetap bertekun dalm persekutuan dengan Tuhan.

    * Hidup dalam Kesatuan

        Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, (Kis. 2:44)

    Yesus memerintahkan kepada kita sekalipun kita berbeda tetapi orang yang hidup dalam Roh dapat bersatu. Kita mungkin semua memiliki pemahaman berbeda, latar belakang berbeda tetapi karena kita hidup dalam Roh Tuhan maka kita dapat bersatu.

   *  Hidup dalam Keberanian

        "dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing (Kis. 2:45)

    Sekalipun dalam keadaan yang sulit hidup dalam keberanian untuk percaya dan hidup dalam kebenaran. Sekalipun kita menghadapi tantangan dalam hidup kita tetapi milikilah keberanian untuk memilih tetap hidup dalam kebenaran Tuhan. Waktu kita berani mempercayakan hidup kita pada Tuhan maka Tuhan akan melakukan bagian Tuhan yang terbaik dalam hidup kita.

Comments

Popular posts from this blog

POLA HIDUP ORANG PERCAYA

Kekristenan itu tidak dibuat-buat melainkan alamiah dan natural. Apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai. sebab itu kita harus berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini, karena apabila kita menabur yang tidak baik maka kita akan menuai yang tidak baik, tetapi ketika kita menabur yang baik maka kita akan menuai yang baik. Sama seperti Daud pada masa hidupnya selama 40 tahun Daud berkuasa, dia selalu menuai yang terbaik dari Tuhan.     Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba." (Mrk. 4:26-29) Kalau kita ingin m...

" KEPAHITAN "

   Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Fil. 3:13-14) Kita tidak akan bisa move on kalau kita masih merasakan sakit hati / kepahitan. Kita harus segera memikirkan apa yang ada didepan kita Mustahil akan terjadi sesuatu yang besar di kehidupan kita apabila kita tidak mengalami pemulihan. Kita harus bisa melupakan apa yang ada dibelakang kita, dan berlari keras melihat apa yang ada didepan kita. Bersahabatlah dengan teman yang tidak mempunyai perasaan sakit hati. Apabila kita mempunyai komunitas / hubungan dengan orang yang sama-sama sakit hati, persoalan yang kita hadapi tidak akan dapat selesai, malah akan menambah masalah kita. Orang yang sakit hati membutuhkan dukungan. Tips dalam menghadapi rasa...

KENALI YANG JELEK DIDALAM MU

Yesaya 14:13-14  Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Musuh yang terbesar dalam kehidupan kita selain iblis adalah diri kita sendiri. Untuk mengalahkan keAKUan kita bukanlah sesuatu yang sederhana dan mudah. Tetapi dibutuhkan  tekad yang kuat. Kalau kita perhatikan Lucifer, dia jatuh dalam dosa karena tidak sanggup menahan keAKUannya; hal ini dapat kita temukan dalam Kitab Yesaya Yesaya 14:13-14, dimana Lucifer ingin menyamai Allah. Untuk itu hati-hati dengan keAKUan kita atau keegoisan kita yang sanggup memisahkan kita dari hadirat Allah. Maka musuh yang harus kita perangi dari kata “AKU” adalah : A = Asusila Tindakan asusila bisa terjadi dimana saja, dan tidak menutup kemungkinan dalam gerejapun bisa terjadi. Oleh karena it...