Sebagai anak-anak Tuhan, cara hidup kita harus berbeda, yaitu siap dilihat, dinilai, dan bahkan dihakimi orang lain. Makanya hidup ini harus clean and clear dalam segala hal. Kehidupan yang transparan seperti ini tidak bisa terjadi dengan tiba-tiba, tapi harus diusahakan dan dibangun dgn disiplin dan dari bawah. Selain itu tidak bisa diusahakan dengan kekuatan sendiri, tapi butuh anugerah Tuhan Yesus Kristus.
Menurut James Fuller, ada beberapa level orang Kristen :
1. Kristen kebiasaan, orang Kristen yang beribadah hanya karena kebiasaan dan rutinitas, untuk memenuhi kewajiban dasar sebagai orang Kristen, tanpa ada tujuan apalagi keinginan berubah.
2. Kristen kesenangan, orang Kristen yang rajin beribadah ke gereja karena menyenangi hal-hal yang ada di dalamnya, seperti musik, suasana, penerimaan, komunitas dan lain-lain.
3.Kristen kebutuhan, rajin beribadah karena memiliki kebutuhan akan jawaban dari setiap masalah dan pergumulannya.
4. Kristen aktifitas, mulai melibatkan diri dalam pelayanan, aktif dalam berbagai kegiatan dan pelayanan gereja, namun belum jelas motivasi dalam melakukannya.
5. Kristen pencarian, orang Kristen yang memiliki kerinduan untuk mencari kebenaran lebih dalam lagi, melakukan studi Alkitab, belajar mengenal Tuhan lebih dalam, menyukai persekutuan dengan Tuhan.
6. Kristen pelaku, Kristen yang tidak hanya berhenti mengerti kebenaran Firman Tuhan, tapi berani mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.
7. Kristen Kristus, Kristen yang serupa dengan Kristus. Hasil dari melakukan Firman Tuhan secara konsisten dan tekun, sehingga menjadi berkat dan teladan bagi banyak orang.
Orang Kristen adalah etalase kasih Kristus, oleh karenanya jika ada orang lain yang mengurusi hidup kita jangan marah sebaiknya menggunakannya untuk bersaksi. Orang Kristen Kerajaan harus berani berkata seperti rasul Paulus : “TURUTILAH TELADANKU krn aku mengikuti teladan Kristus.”
1Kor 4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
Fil 3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
KETELADANAN BERARTI :
Menjadi teladan harus didepan menjadi contoh bagi pengikutnya,bukan hanya bisa memerintah. Ciri pemimpin yang insecure adalah menekan, padahal Kekristenan itu membebaskan bukan mengikat dengan tekanan.
1Pet 5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.
Menjadi teladan harus kerja keras. Jangan malas.
2 Tes 3:7-9 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.
Untuk jadi teladan, harus setia dalam menghadapi kesulitan dan aniaya, tetap menerima firman dengan sukacita.
1Tes 1:6-7 Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya.
Jika kita berani berkata TURUTILAH TELADANKU SAMA SEPERTI AKU MENELADANI KRISTUS, maka kita harus menjadi orang Kristen yang nyata terlihat, bukan diam dan tersembunyi.
Mat 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Dalam 2 Tim 2:1-7, terdapat 3 gaya hidup dalam Kerajaan Allah, yaitu diibaratkan sebagai prajurit, olahragawan dan petani. Semuanya dapat diringkas dalam kata TELADAN.
T – Tuhan Yesus harus mutlak jadi fokus dan teladan kita.
Kenali Yesus lebih dalam, miliki kerinduan yang dalam mengenal Yesus melalui Firman Tuhan. Kalau kita giat dalam Firman maka akan berhasil dalam pengenalan kita pada Tuhan. Prajurit fokus pada perintah komandannya, tidak memusingkan kebutuhannya sendiri.
E- Empati terhadap kepentingan Tuhan.
Punya hati pada kerinduan Tuhan, bukan melulu pada kepentingan pribadi. Temukan kepentingan Tuhan dalam segala yang kita alami dan lakukan.
L - Langkah iman dalam setiap tindakan.
Saat melakukan kehendak Tuhan, jangan ragu, percaya penuh. Tapi pastikan bahwa iman tersebut kita terima dari Tuhan bukan kita buat-buat. Cara mendapatkan iman yang benar : baca Firman Tuhan.
A - Angkat wajah pandang masa depan (optimis).
Jangan remehkan hal-hal kecil, karena hal besar dimulai dari hal kecil. Kita harus melatih diri mensyukuri setiap hal kecil yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Dan optimislah,bahwa perkara besar sedang digenapi melaui hal-hal kecil tersebut.
D - Dorongan kasih mendasari setiap tindakan.
Kasih yang sejati adalah kasih dari Tuhan. Kita perlu anugerah Tuhan supaya kita memiliki kasih melimpah kepada semua orang, bahkan kepada orang yang menyakiti kita sekalipun.
A - Akhiri pertandingan hidup dengan benar.
Finishing well, finishing strong. Siapapun kita, sama semua orang memiliki batas umur masing-masing. Pikirkan akhir hidup kita mau dibentuk seperti apa? Jangan sembarangan dengan kehidupan ini, persiapkan mulai sekarang.
N - Ninggalin warisan rohani.
Jangan hanya menyiapkan warisan harta bagi anak-cucu kita, tetapi yang terpenting adalah warisan rohani. Kenalkan mereka kepada Yesus dengan cara menjadikan diri kita sebagai teladan bagi anak-anak kita.

Comments
Post a Comment