Skip to main content

CARILAH TUHAN!!



Yesaya 55 : 6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Tanda-tanda akhir zaman telah nyata, di beberapa tempat di belahan dunia, bahkan di Indonesia sedang terjadi gempa bumi, bencana kekeringan, banjir, dsb. Hal ini membuktikan bahwa tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus semakin dekat. Itulah sebabnya, carilah Tuhan dengan ksungguhan hati selama kita masih ada waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan, karena orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan akan diselamatkan dan diluputkan.

Jika Tuhan memberikan kekuatan, kesehatan, waktu, tenaga, berkat keuangan, sehingga kita bisa datang mencari Tuhan untuk beribadah dan melayani-Nya, maka lakukanlah dengan segenap hati, jangan setengah hati atau biasa-biasa saja. Kita akan tahu bahwa betapa berharganya kesehatan, keuangan, dan kesempatan yang seharusnya kita miliki, ketika kita ada dalam masa-masa yang sulit untuk mencari Tuhan. Akan ada waktunya apa yang kita miliki berakhir/ berlalu begitu saja, oleh sebab itu selagi masih ada kesempatan carilah Tuhan!

Tuhan itu dekat, hanya sejauh doa, oleh sebab itu BERSERULAH kepada Tuhan, jangan abaikan kuasa doa. 1 Yohanes 2 : 17 (baca) Situasi dan kondisi dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, menuju kepada kebinasaan. Tetapi bagi kita, orang-orang yang melakukan kehendak Tuhan tetap hidup selama- lamanya.

Dunia semakin lenyap, dan tidak ada yang menjadi lebih baik, itu sebabnya jangan heran dengan semua berita dan kenyataan yang kita alami hari ini, maupun hari-hari depan. Tetapi di tengah semua situai dan kondisi dunia saat ini, tetap ada pengharapan bagi kita untuk hidup, asalkan kita tetap melakukan kehendak Tuhan. Tidak ada satupun hal yang dapat kita pegang di dunia ini, karena semuanya dapat hilang dalam sekejap mata. Tetapi firman Tuhan tetap untuk selamanya, dan janji pasti digenapi dalam hidup kita, oleh sebab itu lakukanlah kehendak Allah, lakukanlah firman Tuhan!

Amsal 4 : 18 (baca) Dunia semakin gelap menuju kepada kehancuran dan kelenyapan. Tetapi Jalan hidup kita, sebagai orang benar akan semakin terang, seperti cahaya fajar sampai rembang tengah hari. Inilah pengharapan kita. Dunia semakin hari semakin turun level, tetapi kita anak-anak Tuhan akan terus naik level!

1. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.

Ibrani 11 : 6 “berpaling kepada Tuhan” artinya “mencari Tuhan”. Dan siapa yang mencari Tuhan, percaya bahwa Tuhan ada dan mendengar doanya, maka Tuhan akan memberikan upah kepada orang yang bersungguh hati mencari-Nya. Sungguh-sungguh mencari Tuhan, artinya merindukan Tuhan, karena kita mengasihi dan menghormati Tuhan, dan bukan karena kewajiban atau terpaksa.

Tuhan hanya memberikan upah kepada orang yang sepenuh hati mencari-Nya. Kita harus aktif dan terlibat dalam ibadah/ pelayanan di gereja; ketika pujian penyembahan dinaikan, respon setiap kali mendengar kesaksian, fokus mendengar dan mencatat firman Tuhan, berdoa dengan iman, memberi dengan sukacita, karena semua itu kita lakukan untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia. Jika kita berdoa, maka dengan iman kita percaya bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doa kita.

Galatia 6 : 7 – 10 (baca) Jangan sesat, Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan, karena apa yang ditabur itulah yang akan dituainya. Pada waktu kita datang mencari Tuhan, sesungguhnya Tuhan melihat hati kita, bukan apa yang kelihatan di depan mata manusia. Jika di hadapan manusia kita baik, maka di hadapan Tuhan pun kita harus lebih baik.

Segala sesuatu yang kita tabur di dalam daging (keinginan daging) akan mati, tidak akan ada buah, apalagi pelipat gandaan. Sebaliknya segala sesuatu yang kita tabur dalam roh (mencari Tuhan dengan kesungguhan hati) maka kita akan menuai hidup yang kekal. Jangan jemu-jemu berbuat baik karena akan datang waktunya kita akan menuai. Jangan menjadi lemah, jadilah orang Kristen yang sepenuh hati selagi maasih ada kesempatan berbuat kepada semua orang, terutama kawan seiman.

Semua yang kita tabur di dalam roh, dan dalam persekutuan dengan Tuhan akan menuai berkat dan kelimpahan.

2. Jika kita sudah diberkati, maka berilah yang persembahan yang terbaik untuk Tuhan

Hosea 8 : 7 (baca) Jangan menabur angin! Menabur angin itu adalah gambaran perkataan dan perbuatan yang kosong dan sia-sia. Jangan menghabiskan waktu kita dengan hal yang sia-sia. Karena jika kita menabur angin, kita akan menuai badai (kehancuran). Jangan hidup dengan sia-sia, waktu itu sangat berhargam dan tidak bisa kita beli, pergunakanlah waktu dengan sebaiknya. Oleh sebab itu sadarilah keadaan kita.

Maleakhi 2 : 17 Terkadang sebagai anak, kita bisa membuat Tuhan susah, dengan menyangka/ mengira bahwa semua hal jahat yang kita lakukan, kelihatan baik-baik saja di mata Tuhan, karena tidak ada hukuman. Semua itu adalah keliru, karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Maleakhi 1 : 6 – 14 (baca) Seorang anak menghormati bapa, seorang hamba menghormati tuannya. Demikianpun Kita seharusnya hidup takut dan hormat kepada Tuhan dalam hal beribadah dan melayani Tuhan, Jangan berlaku cemar atau berbuat curang di hadapan Tuhan. TAKUTLAH AKAN TUHAN, DAN HORMATILAH DIA! Jangan bawa hal-hal yang cemar di hadapan Tuhan, pada akhirnya kita akan menerima upahnya, jika tidak terjadi apa-apa, maka itulah kasih karunia Tuhan, kesempatan untuk kita berubah, karena Tuhan adalah Bapa yang baik, dia mengasihi kita dan menghendaki agar kita bertobat.

Berilah persembahan yang terbaik untuk Tuhan, bukan persembahan yang kurang baik, karena Tuhan layak dapat yang terbaik dari hidup kita. Jika kita sungguh mencari Tuhan, kita akan menerima upah.

Janganlah mengeluh, dan merasa susah payah setiap kali mencari Tuhan, tetapi marilah dengan sukacita dan segenap hati mencari Tuhan, dan berikanlah yang terbaik supaya Tuhan berkenan atas persembahan kita. Jika kita diberkati, maka kita harus persembahkan yang terbaik kepada Tuhan!

3. Kita harus taat memberi persepuluhan dan mengutamakan Tuhan dalam hidup kita !

Maleakhi 3 : 8 – 18 (baca) Kita sudah kena kutuk tetapi masih menipu Tuhan. Kutuk itu adalah mengalami kerugian atau kekurangan yang besar dari apa yang seharusnya kita bisa hasilkan dan terima. Itu sebabnya, kita harus tahu memberi apa yang menjadi hak Tuhan kita akan diberkati sampai berkelimpahan. Kelimpahan yang kita alami bukan hanya jasmani tetapi juga di dalam roh. Jika kita tahu memberi persembahan dan mengembalikan persepuluhan, sebagai hak-Nya Tuhan, maka Tuhan bukan hanya memberkati kita, tetapi menjamin hidup kita. Tuhan akan menjamin apa yang kita miliki, tetap ada dan dilindungi (ada berkat dan jaminan), asalkan kita TAAT!

Kita menjadi kesukaan “favorit” dan menjadi kesaksian bagi banyak orang. Artinya kehadiran kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Jika kita bersungguh hati dan taat firman Tuhan (memberi persepuluhan) maka berkat Tuhan yang justru akan mengejar hidup kita. Tuhan memperhatikan dan mendengar kita. Dia menulis kita dalam buku kitab peringatan-Nya, karena Tuhan mengingat-ingat kebaikan kita, ketika kita mengasihi Tuhan, taat melakukan firman Tuhan, hidup dalam kebenaran, dan menghormati-Nya.

Tuhan akan menunjukkan perbedaan antara orang benar dan orang fasik. Antara orang tidak beribadah kepadaNya dan yang beribadah. Tuhan akan menunjukan kasih-Nya kepada kita, sebagai anak-anak-Nya, karena kita adalah milik kepunyaan-Nya, kesayangan-Nya.Itu sebabnya selama ada waktu kita lakukan kebaikan Maleakhi 4 : 2 Kita harus MENGUTAMAKAN Tuhan, maka kita pasti diberkati.

Comments

Popular posts from this blog

HEAVEN IS SO REAL

"Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang. Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup. Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita. Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, sebab hidup kami ini adalah hidup karen...

6 Panggilan PEKERJA

  PEKERJA / PENUAI "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf , sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya ; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." - Kejadian 39:2 "Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf , dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri . Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya." -  Kejadian 39:6 "Usah akan lah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberit akan perkataan kebenaran itu." - 2 Timotius 2:15 Introduksi Keenam jenis panggilan yang alkitabiah adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan, biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun k...

WASPADA PENGARUH BURUK DISEKELILINGMU.

2 Tawarikh 12:12-14 (TB)  Oleh sebab raja merendahkan diri, surutlah murka TUHAN dari padanya, sehingga ia tidak dimusnahkan-Nya sama sekali. Lagipula masih terdapat hal-hal yang baik di Yehuda. Raja Rehabeam menunjukkan dirinya kuat dalam pemerintahannya di Yerusalem. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon. Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN. Ketika Rehabeam meninggalkan Tuhan ia mengalami banyak permasalahan di dalam kehidupannya. Tuhan mendisiplin Rehabeam dengan cara menggerakkan raja Sisak dari Mesir untuk mengalahkan kerajaannya. Hanya beberapa tahun sepeninggal Salomo kerajaan Israel mengalami kemerosotan yang sangat luar biasa dari masa kejayaan, kerajaan paling kuat menjadi sebuah kerajaan yang lemah di bawah kekuas...