Skip to main content

APAKAH ANDA SEORANG PEMENANG...???



Kehidupan orang Kristen diizinkan Tuhan untuk mengalami pergumulan-pergumulan hidup. Sebagai orang Kristen kita mampu mengemas pergumulan itu dengan baik sehingga kita menjadi lebih dari pemenang. Hidup kita ditentukan oleh Tuhan unagar mengalami kemenangan-demi kemenangan; jika tidak, hidup kekristenan kita perlu dipertanyakan. Bagaimana menjadi orang Kristen agar memiliki hidup dalam kemenangan demi kemenangan?

    Roma 8:37 "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."

    Lihat gambar diri secara benar.

    Kita adalah orang yang luar biasa. Jangan melihat diri sendiri sebagai orang gagal. Cara Anda melihat diri Anda sepenuhnya, itu akan menjadi kunci kemenangan. Kalau Anda melihat diri sebagai pemenang, itulah Anda sebagai orang yang menang. Sebaliknya, jika Anda menganggap diri Anda sebagai orang yang gagal, maka gagallah Anda. Sekalipun kita masih dalam pergumulan, dan sepertinya kemenangan belum kita raih, namun jika kita yakin dalam iman bahwa kita akan mengalami kemenangan, maka kemenangan itu dapat kita raih. Bersama Tuhan kita akan mengalami kemenangan. seperti Gideon, walaupun hanya dengan 300 pasukan mampu mengalahkan musuh yang jumlahnya lebih besar. Posisi kita adalah orang yang lebih dari pemenang, jangan mudah menyerah! Yang perlu kita sadari adalah sekalipun kita sebagai orang yang lebih dari pemenang bukan berarti kebal dari masalah. Tapi yang menjadikan berbeda adalah kita tidak dikuasai oleh masalah, namun masalah yang kita kuasai.
    Memperioritaskan perkara rohani dalam hidup.

    Jangan anggap sepele perkara rohani, karena daripadanya kita akan keluar dari pergumulan demi pergumulan untuk meraih kemenangan. Kadang masalah-masalah yang timbul akibat dari menyepelekan hal-hal rohani. Kehidupan kita ditentukan oleh kerohanian kita, apakah kita tetap bergairah dengan Tuhan atau tidak. Banyak diantara orang Kristen, yang walaupun masih hidup secara tubuh, tetapi sebenarnya mati rohaninya.

    Yehezkiel 47:6 "Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai. Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup."

Kehidupan yang sesungguhnya adalah bila hal rohani dan jasmani dalam diri kita benar-benar hidup. Milikilah semangat hidup baik jasmani maupun rohani untuk menjadi seorang yang lebih dari pemenang.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Comments

Popular posts from this blog

KENALI YANG JELEK DIDALAM MU

Yesaya 14:13-14  Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Musuh yang terbesar dalam kehidupan kita selain iblis adalah diri kita sendiri. Untuk mengalahkan keAKUan kita bukanlah sesuatu yang sederhana dan mudah. Tetapi dibutuhkan  tekad yang kuat. Kalau kita perhatikan Lucifer, dia jatuh dalam dosa karena tidak sanggup menahan keAKUannya; hal ini dapat kita temukan dalam Kitab Yesaya Yesaya 14:13-14, dimana Lucifer ingin menyamai Allah. Untuk itu hati-hati dengan keAKUan kita atau keegoisan kita yang sanggup memisahkan kita dari hadirat Allah. Maka musuh yang harus kita perangi dari kata “AKU” adalah : A = Asusila Tindakan asusila bisa terjadi dimana saja, dan tidak menutup kemungkinan dalam gerejapun bisa terjadi. Oleh karena it...

HINENI

  HINENI (הנני): Ini Aku, Budak-Mu (Karena Cinta). "Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup." - Keluaran 21:5-6 Dalam 6 bulan terakhir ini ada segolongan orang dari kaum percaya Kristus mendengungkan sebuah slogan baru "HINENI", yang dalam bahasa Ibrani berarti "ini aku, budakmu" ( here i am, your slave - not servant ). Melihat artinya dapat kita simpulkan bahwa seorang beriman yang mencapai atau berusaha mencapai level HINENI adalah seseorang yang berbulat tekad, iman dan cintanya untuk mengabdi sepenuh hati kepada Tuannya apapun risiko yang akan dihadapinya. Mari kita berandai-andai sejenak. Seandainya ...