Skip to main content

SEJAUH MANA ENGKAU MENGASIHI TUHAN???




Wahyu 2:2, 4 (TB)  Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.


Dijumpai jemaat di Efesus adalah jemaat secara ukuran manusia cukup baik dalam melayani Tuhan. Mereka sangat disiplin untuk menerapkan semua aturan-aturan berjemaat dan begitu kuat mengawasi kehidupan jemaat dari ajaran guru-guru palsu. Mereka tidak kenal lelah dan sangat militan dalam melayani Tuhan dan sabar untuk menderita karena nama Kristus dan menjaga hidup dari perilaku-perilaku hidup yang berdosa.

Namun demikian segala yang dilakukannya dicela oleh Tuhan sebab dijumpai dalam pelayanan jemaat di Efesus ternyata tidak lagi didasari dengan kasih kepada Tuhan. Kasih mereka kepada Tuhan sudah ditinggalkan dan pelayanan yang mereka lakukan hanya sebatas kewajiban dan tanggung jawab agamawi saja.

Tuhan menghendaki untuk jemaat Efesus melakukan semua bentuk pelayanan didasari dengan kasih kepada Tuhan seperti semula yang akan mendatangkan sukacita dan sukarela untuk melakukannya. Maka Tuhan memberikan peringatan keras agar mereka kembali seperti semula yang mereka lakukan.

Beberapa peringatan yang penting yang perlu diperhatikan bagi jemaat Tuhan:

1. PERINGATAN AGAR MELAKUKAN SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN. Teguran kepada jemaat di Efesus yang berkata "Betapa dalamnya engkau telah jatuh",menandakan bahwa apa yang mereka lakukan telah menyimpang jauh dari kehendak Tuhan sehingga tidak berkenan di hati Tuhan dan ini merupakan peringatan yang cukup serius yang harus disadari. Ternyata apa yang dilakukan oleh jemaat Efesus selama melayani Tuhan dengan segala jerih lelah dan ketekunan serta kedisiplinan dan sikap militansinya tidak menjadikan Tuhan berkenan, bahkan Tuhan justru mengalami hubungan yang hampa karena yang mereka lakukan tidak lagi berdasarkan kasih yang semula dan hanya bersifat rutinitas religius saja seperti yang pernah dikatakan Tuhan melalui nabi Yesaya (Yes. 29:13). Pelajaran bagi kita bahwa bukan aktifitas atau norma-norma agama yang penting tetapi hati yang terpaut kepada Tuhan, hati yang tertuju kepada Tuhan lah yang penting.

2. PERINTAH UNTUK BERTOBAT. Artinya Tuhan menghendaki untuk berhenti dari tindakan yang  salah yang telah dilakukan. Apa yang terjadi jika Tuhan tidak memberikan sebuah peringatan kepada mereka, tentu akan lebih jauh mereka menyimpang dari kehendak Tuhan dan apa yang dilakukan menjadi sia-sia adanya bahkan akan memperoleh hukuman. Tidak mudah untuk mengenali apakah tindakan yang dilakukan dalam pelayanan sudah benar dan berkenan kepada Tuhan atau tidak. Banyaknya aktifitas dan kedisiplinan dalam menerapkan norma-norma agama tidak menjamin berkenan kepada Tuhan jika bukan karena kasih kepada Tuhan (Yes. 31:6). Pelajaran bagi kita bahwa perlunya berhati-hati dengan setiap apa yang kita lakukan dalam melayani Tuhan agar semuanya tidak menjadi sia-sia di hadapan-Nya.

3. PERINGATAN UNTUK MELAKUKAN LAGI APA YANG SEMULA MEREKA LAKUKAN. Artinya Tuhan menghendaki untuk mereka kembali kepada yang semula mereka lakukandimana semua yang mereka lakukan atas dasar kasih kepada Tuhan atau berpusat kepada Tuhan. Jika kita melihat kehidupan jemaat mula-mula di Kisah 2:41-47, kita dapat merasakan bahwa semua yang mereka lakukan dilakukan karena cintanya kepada Tuhan. Tidak ada sikap mementingkan kepentingan pribadi tetapi yang ada adalah mendahulukan kepentingan Tuhan dengan mereka rela berkorban satu dengan yang lain dan bersatu hati untuk kemuliaan Tuhan. Gereja bukan tempat untuk menyenangkan hati kita tetapi tempat untuk menyenangkan hati Tuhan. Hati Tuhan adalah hati misi, kalau kita masih memiliki cinta mula-mula kepada Tuhan maka kita harus melayani sejalan dengan hati Tuhan yaitu menjadi berkat untuk keselamatan jiwa-jiwa dimana pun mereka berada. Jemaat mula-mula hidup menjadi berkat bagi kemuliaan Tuhan sebab mereka telah mengalami anugerah Tuhan yang besar. Cintanya kepada Tuhan yang mula-mula menjadikan hidup mereka berubah sehingga segala sesuatu yang mereka lakukan mereka lakukan dengan sukarela dan sukacita (Maz. 68:9).

4. PERINGATAN HUKUMAN JIKA TIDAK KEMBALI SEPERTI SEMULA. Peringatan yang Tuhan sampaikan jika mereka tidak berbalik, Tuhan akan mengambil Kaki dian mereka pada tempatnya. Kaki dian berfungsi untuk menerangi seluruh ruangan dalam bait suci. Jika Kaki dian diambil berarti fungsi sebagai terang diambil artinya semua yang mereka lakukan tidak berdampak apa-apa (Kis. 2:46-47). Tuhan menghendaki hidup kita menjadi kesaksian bagi Tuhan sehingga banyak jiwa dimenangkan. Gairah ini nampaknya sudah menghilang dari kehidupan jemaat di Efesus sehingga mereka diperingatkan oleh Tuhan untuk bertobat. Pelajaran bagi kita bahwa Cinta kepada Tuhan harus menjadi dasar pelayanan kita dan cinta kepada Tuhan harus tetap kita jaga dalam hati kita agar hidup kita berkenan kepada-Nya dan Kaki dian kita tetap pada tempatnya. Amin.

Comments

Popular posts from this blog

KENALI YANG JELEK DIDALAM MU

Yesaya 14:13-14  Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Musuh yang terbesar dalam kehidupan kita selain iblis adalah diri kita sendiri. Untuk mengalahkan keAKUan kita bukanlah sesuatu yang sederhana dan mudah. Tetapi dibutuhkan  tekad yang kuat. Kalau kita perhatikan Lucifer, dia jatuh dalam dosa karena tidak sanggup menahan keAKUannya; hal ini dapat kita temukan dalam Kitab Yesaya Yesaya 14:13-14, dimana Lucifer ingin menyamai Allah. Untuk itu hati-hati dengan keAKUan kita atau keegoisan kita yang sanggup memisahkan kita dari hadirat Allah. Maka musuh yang harus kita perangi dari kata “AKU” adalah : A = Asusila Tindakan asusila bisa terjadi dimana saja, dan tidak menutup kemungkinan dalam gerejapun bisa terjadi. Oleh karena it...

HINENI

  HINENI (הנני): Ini Aku, Budak-Mu (Karena Cinta). "Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup." - Keluaran 21:5-6 Dalam 6 bulan terakhir ini ada segolongan orang dari kaum percaya Kristus mendengungkan sebuah slogan baru "HINENI", yang dalam bahasa Ibrani berarti "ini aku, budakmu" ( here i am, your slave - not servant ). Melihat artinya dapat kita simpulkan bahwa seorang beriman yang mencapai atau berusaha mencapai level HINENI adalah seseorang yang berbulat tekad, iman dan cintanya untuk mengabdi sepenuh hati kepada Tuannya apapun risiko yang akan dihadapinya. Mari kita berandai-andai sejenak. Seandainya ...