Skip to main content

JADIKAN YESUS YANG TERUTAMA DALAM HIDUPMU!!



Pada saat kita lahir baru, kita bagaikan bayi yang baru lahir: sangat kecil, sangat lemah, dan tidak banyak mengerti. Tetapi, Tuhan akan datang menjemput pengantin-Nya dengan penuh kemuliaan. Oleh karenanya, mari kita terus bertumbuh dengan baik. Untuk itu, kita harus menjadikan Tuhan nomor satu dalam hidup kita. Seringkali, orang Kristen tidak hidup dalam kepuasan. Tidak hidup damaidantidak hidup tenang. Sebabnya,karena orang Kristen hidup dengan hati yang bercabang. Kita cinta Tuhan, tetapi juga cinta kepada hal-hal yang lain. Itu sebabnya Tuhan ingin memberikan kepada kita hati yang bulat/utuh. Dalam bahasa aslinya, kata “damai” dan “bulat/utuh” memiliki akar kata yang sama. Ketika kita memiliki hati yang bulat/utuh/fokus, maka kita juga akan memiliki damai. Yesus berkata bahwa tidak ada orang yang bisa melayani dua tuan. Namun, orang Kristen ingin menyembah Tuhan dan hal-hal lain yang dia anggap penting dalam hidupnya. Itu sebabnya Raja Daud berdoa dalam Mazmur 86:11 agar Tuhan memberikannya hati yang bulat untuk takut akan nama-Nya. Daud mencintai Tuhan, tapi ada saat dia begitu sembrono sehingga jatuh dalam dosa moral. Maka, dia berdoa agar Tuhan memberikannya hati yang bulat (Yak. 1:8; Kel. 34:14).

Kata “hati” disebutkan sebanyak 950 kali dalam Alkitab. Apa yang Alkitab maksudkan? Hati adalah pusat dari segala sesuatu (sumber). Ketika Alkitab berbicara tentang hati, ini merujuk kepada roh manusia: pusat cinta, motivasi, keputusan, hal-hal yang penting (Yer. 17:9). Kita tidak mengerti isi hati kita, karenanya mari terus berdoa agar Tuhan menyelidiki isi hati kita. Dosa dimulai dari hati kita. Tuhan ingin menuliskan hukum-hukum-Nya ke dalam hati dan pikiran kita, sebab itu hati kita harus bulat. Salah satu masalah dengan hati adalah kita memiliki sesuatu yang kita utamakan lebih daripada Tuhan (berhala). Allah memiliki banyak nama, salah satu nama-Nya adalah Cemburuan (Kel. 34:14), artinya: menuntut menjadi nomor satu (Kol. 3:1-2; Yer. 2:13).

Berhala adalah sesuatu yang kita utamakan lebih dari Tuhan/menggantikan posisi Tuhan. Manusia memiliki beberapa bentuk berhala:

1. Berhala cinta (1 Tim. 2:13-14; Yoh. 4). Adam lebih memilih cinta kepada perempuan dibandingkan cinta kepada Tuhan. Adam tidak tertipu oleh ular, tetapi dia memilih apa yang dipilih Hawa oleh karena tidak ingin kehilangannya. Kelemahan yang Adam miliki terdapat juga di dalam diri semua umat manusia. Namun, ketika seseorang datang kepada Tuhan dengan hati yang bulat, hidupnya akan berbuah meskipun masa lalunya buruk. Tuhan akan memulihkan dan memakai hidupnya menjadi berkat seperti wanita Samaria.

2. Berhala pujian manusia (Yoh. 12:43; Mat. 10:37). Banyak orang mencari kehormatan, pujian, pendapat dari manusiasehingga mereka gagal menuju Surga. Mereka tidak mencari pujian dari Tuhan.

3. Berhala pencapaian hidup. Manusia rela menjual jiwanya untuk mencapai prestasi dan menjadi nomer satu. Roh dunia ini adalah ambisi menjadi nomer satu, mencari semua pujian untuk kita. Setan mencuri sesuatu yang seharusnya menjadi milik Tuhan, yaitu kemuliaan dan posisi Tuhan.

4. Berhala posisi. Lucifer mencintai posisinya lebih dari mencintai hubungannya dengan Tuhan. Apapun yang kita cintai lebih dari Tuhan tidak akan membuat kita puas, sebaliknya menghancurkan kita.

5. Berhala uang: kerakusan, ketamakan. Yudas memiliki kuasa kerasulan yang besar, tetapi ia lebih memilih uang daripada Tuhan (Mat. 10:1; 7:24, 26) dan mengkhianati Yesus demi 30 keping perak.

6. Berhala tradisi (Mrk. 7:9, 13). Banyak orang yang mencintai tradisi/kebiasaan daripada Tuhan. Mereka sangat mempertahankannya dan memeliharanya dengan teliti dan hati-hati lebih daripada memelihara firman Tuhan dalam hatinya (contoh: orang Farisi lebih mengutamakan tradisi hukum Taurat sehingga mereka tidak bisa menerima Yesus dan ajaran-Nya).

7. Berhala idola yang salah. Hal ini terutamaterjadi pada anak-anak muda yang menyukai orang-orang tenar dan ingin menjadi seperti idola mereka.

8. Berhala ego/”aku” (2 Tim.3:1-3). Manusia mencintai diri sendiri lebih daripada Tuhan.

Jika kita mengutamakan yang lain lebih daripada Tuhan, itulah berhala kita. Serahkanlah hati kita sepenuhnya pada Tuhan, maka kita akan mendapatkan kepuasan dan kedamaian sejati. Amin!

Comments

Popular posts from this blog

HEAVEN IS SO REAL

"Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang. Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup. Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita. Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, sebab hidup kami ini adalah hidup karen...

6 Panggilan PEKERJA

  PEKERJA / PENUAI "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf , sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya ; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." - Kejadian 39:2 "Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf , dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri . Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya." -  Kejadian 39:6 "Usah akan lah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberit akan perkataan kebenaran itu." - 2 Timotius 2:15 Introduksi Keenam jenis panggilan yang alkitabiah adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan, biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun k...

WASPADA PENGARUH BURUK DISEKELILINGMU.

2 Tawarikh 12:12-14 (TB)  Oleh sebab raja merendahkan diri, surutlah murka TUHAN dari padanya, sehingga ia tidak dimusnahkan-Nya sama sekali. Lagipula masih terdapat hal-hal yang baik di Yehuda. Raja Rehabeam menunjukkan dirinya kuat dalam pemerintahannya di Yerusalem. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon. Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN. Ketika Rehabeam meninggalkan Tuhan ia mengalami banyak permasalahan di dalam kehidupannya. Tuhan mendisiplin Rehabeam dengan cara menggerakkan raja Sisak dari Mesir untuk mengalahkan kerajaannya. Hanya beberapa tahun sepeninggal Salomo kerajaan Israel mengalami kemerosotan yang sangat luar biasa dari masa kejayaan, kerajaan paling kuat menjadi sebuah kerajaan yang lemah di bawah kekuas...