Skip to main content

HIDUP DALAM PERKENANAN TUHAN



   "Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel." (Mat 8:5-10)

Kalau ada reward yang paling tinggi bukan soal berkat jasmani walaupun kita memerlukan itu. Berkat jasmani tidak dapat memberikan jaminan kepada kita untuk memperoleh kebahagiaan, damai sejahtera. Uang tidak bisa membeli segala sesuatu, uang tidak bisa membeli kesehatan kita. Tetapi reward yang tertinggi adalah dimana Tuhan mengagumi kita dan kekaguman itu adalah God's favour. Oleh sebab itu kunci untuk memperoleh perkenanan Tuhan:

   *  Kepentingannya hanya untuk memberkati orang lain (Mat. 8:5-6)

    Ada banyak orang mencari kepentingan dirinya sendiri, sekalipun kelihatannya rendah hati, tetapi hal itu bisa dipakai untuk kepentingan dirinya sendiri, ada orang yang memakai untuk kepentingan pelayanan tetapi bisa dipakai juga untuk kepentingan dirinya sendiri. Kita harus belajar untuk memiliki kemurniaan hati dalam kehidupan kita maupun dalam pelayanan kita. Jika kita mengatakan untuk melayani Tuhan seharusnya untuk kepentingan Tuhan bukan untuk mencari posisi atau jabatan gereja. Di dalam pelayanan seharusnya kita tidak mempunyai kepentingan untuk diri kita sendiri tetapi miliki motif untuk kepentingan kerajaan Tuhan.

        Dalam 2 Tim 3:2-3, "Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik.
    Firman Tuhan sudah mengingatkan kita bahwa manusia lebih mencintai dirinya sendiri, fokus pada kepentingannya sendiri, bukan kepada Tuhan atau kerajaan-Nya. Orang yang memiliki kepentingannya untuk memberkati orang lain tidak pernah takut kehilangan jabatan, posisi yang dimilikinya karena dia memiliki motivasi yang benar. Gereja harus melakukan kehendak Allah di bumi, seperti apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan, "Datanglah kerajaan-Mu di bumi seperti di surga". Itu artinya Jakarta harus menjadi seperti di surga, tapi pertanyaannya apakah Jakarata sudah menjadi seperti di surga. itu artinya kita harus melakukan kehendak Tuhan di Muka bumi Ini yaitu menjadi berkat bagi bagi bangsa ini.

    * Mengetahui otoritas Tuhan (Mat. 8:8-10)

    Untuk urusan misi tidak perlu bertanya pada Tuhan karena misi adalah isi hati Tuhan, kita tinggal bergerak melakukan kehendak Tuhan. Untuk itu kita tidak perlu takut kepada hal lain kecuali kepada Tuhan, karena ada otoritas yang lebih tinggi dari pada otoritas dunia ini. Seorang perwira dari Kapernaum mengalami mujizat karena dia mengetahui otoritas Tuhan Yesus. Seorang yang mengetahui otoritas Tuhan lebih tinggi dari dunia ini, akan mengalami mujizat demi mujizat dalam kehidupannya seperti yang dialami oleh perwira dari kapernaum. Banyak orang ketika mengalami tantangan dan situasi yang sulit menjadi ragu akan otoritas Tuhan sehingga masalah dan tantangan menjadi lebih besar dari otoritas Tuhan itu sendiri.

Kalau kita mau mengalami perkenanan Tuhan dalam kehidupan kita di tahun 2019 ini, jadilah seperti perwira dari Kapernaum, hidupnya hanya menjadi berkat bagi orang lain, tidak memiliki kepentingannya sendiri dalam kehidupannya, kalau kita menerapkan prinsip ini dalam kehidupan kita percayalah kita menjadi orang yang tidak takut kehilangan posisi maupun jabatan kita di dalam pelayanan kita. Serta ketahuilah bahwa Allah memiliki otoritas yang lebih tinggi dari otoritas dunia ini, milikilah semuanya itu maka perkenanan Tuhan terus senantiasa akan menyertai kehidupan kita.Amin

Comments

Popular posts from this blog

HEAVEN IS SO REAL

"Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang. Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup. Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita. Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, sebab hidup kami ini adalah hidup karen...

6 Panggilan PEKERJA

  PEKERJA / PENUAI "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf , sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya ; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." - Kejadian 39:2 "Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf , dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri . Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya." -  Kejadian 39:6 "Usah akan lah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberit akan perkataan kebenaran itu." - 2 Timotius 2:15 Introduksi Keenam jenis panggilan yang alkitabiah adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan, biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun k...

WASPADA PENGARUH BURUK DISEKELILINGMU.

2 Tawarikh 12:12-14 (TB)  Oleh sebab raja merendahkan diri, surutlah murka TUHAN dari padanya, sehingga ia tidak dimusnahkan-Nya sama sekali. Lagipula masih terdapat hal-hal yang baik di Yehuda. Raja Rehabeam menunjukkan dirinya kuat dalam pemerintahannya di Yerusalem. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon. Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN. Ketika Rehabeam meninggalkan Tuhan ia mengalami banyak permasalahan di dalam kehidupannya. Tuhan mendisiplin Rehabeam dengan cara menggerakkan raja Sisak dari Mesir untuk mengalahkan kerajaannya. Hanya beberapa tahun sepeninggal Salomo kerajaan Israel mengalami kemerosotan yang sangat luar biasa dari masa kejayaan, kerajaan paling kuat menjadi sebuah kerajaan yang lemah di bawah kekuas...