Skip to main content

KETIDAK PAHAMAN KITA TERHADAP RENCANA TUHAN



Ulangan 28:13 (TB)  TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.
Berdasarkan ayat bacaan di atas, telah dijelaskan bahwa Tuhan punya rancangan yang besar atas kehidupan kita yaitu menjadi “kepala dan bukan ekor.” Selain itu, rancangan yang lain yaitu kita akan tetap naik dan bukan turun. Tetapi untuk bisa naik itu jalannya tidak selalu naik namun terkadang turun. Lalu bagaimana saat kita mengahadapi situasi yang tidak kita pahami ?
 1.Memilih tetap tunduk pada rancangan Tuhan (Yesaya 55:8-9)
Ternyata ada perbedaan antara rancangan Tuhan dengan rancangan manusia, digambarkan seperti tingginya langit dari bumi. Terkadang kita sulit untuk memahami rancangan Tuhan, tetapi percayalah bahwa ujungnya nanti adalah kebaikan.

2.Tetap percaya tanpa ragu dengan Tuhan (Yesaya 41:10)
Tuhan berkata : “jangan takut”, karena takut seseorang akan menjadi bimbang dan berakhir pada kejatuhan. Sebagai contoh Yohanes pembaptis. Dia begitu berani memberitakan kebenaran, namun setelah ditangkap dan dimasukkan dalam penjara, ia mulai ragu bahwa Yesus adalah Mesias. Untuk itu, tetaplah percaya bahwa Tuhan memberikan kemenangan ketika kita menghadapi berbagai pergumulan.

3.Tetap pegang firman Tuhan (Mazmur 119:71-72)
Daud berkata : “tertekan itu jauh lebih baik bagiku supaya aku belajar ketetapan firman”. Jadi, ketika kita dalam tekanan atau dalam situasi yang tidak kita pahami, maka disitulah kita belajar untuk tetap percaya kepada firman Tuhan. Sebab oleh firman Tuhan, maka rohani kita diberi makan dan minum sampai puas. Oleh sebab itu, bacalah firman Tuhan dan renungkan senantiasa, terlebih itu kita belajar untuk melakukannya. Dan percayalah ! dengan firman kita akan mendapat jalan keluar.

4.Tetap tunduk kepada kedaulatan Tuhan yang mutlak (1 Samuel 2:6-7)
Ketika kita dalam kondisi yang sulit, maka kita tidak boleh menuntut apa-apa kepada Tuhan, sebab Tuhan yang punya kedaulatan penuh atas kehidupan kita. Dan yang pasti Tuhan turut campur tangan di dalamnya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Amin. 


Comments

Popular posts from this blog

KENALI YANG JELEK DIDALAM MU

Yesaya 14:13-14  Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Musuh yang terbesar dalam kehidupan kita selain iblis adalah diri kita sendiri. Untuk mengalahkan keAKUan kita bukanlah sesuatu yang sederhana dan mudah. Tetapi dibutuhkan  tekad yang kuat. Kalau kita perhatikan Lucifer, dia jatuh dalam dosa karena tidak sanggup menahan keAKUannya; hal ini dapat kita temukan dalam Kitab Yesaya Yesaya 14:13-14, dimana Lucifer ingin menyamai Allah. Untuk itu hati-hati dengan keAKUan kita atau keegoisan kita yang sanggup memisahkan kita dari hadirat Allah. Maka musuh yang harus kita perangi dari kata “AKU” adalah : A = Asusila Tindakan asusila bisa terjadi dimana saja, dan tidak menutup kemungkinan dalam gerejapun bisa terjadi. Oleh karena it...

HINENI

  HINENI (הנני): Ini Aku, Budak-Mu (Karena Cinta). "Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup." - Keluaran 21:5-6 Dalam 6 bulan terakhir ini ada segolongan orang dari kaum percaya Kristus mendengungkan sebuah slogan baru "HINENI", yang dalam bahasa Ibrani berarti "ini aku, budakmu" ( here i am, your slave - not servant ). Melihat artinya dapat kita simpulkan bahwa seorang beriman yang mencapai atau berusaha mencapai level HINENI adalah seseorang yang berbulat tekad, iman dan cintanya untuk mengabdi sepenuh hati kepada Tuannya apapun risiko yang akan dihadapinya. Mari kita berandai-andai sejenak. Seandainya ...